Penjahat Kelamin Juga Berhak Mencintai Allah

Foto-foto : IST

MEDANHEADLINES.COM, Medan – “Ayo, ngopi. Aku sedang senang. Aku kembali dapat rezeki. Bukankah setiap rezeki harus dirayakan dengan secangkir kopi?,” ujar Ase melalui pesan whatsapp.

Tentu, aku menjawab dengan senang pula. “Wah cair, oke malam ini kita ngopi,” ujarku.

Begitu awal pembicaraan aku dan Ase, hingga akhirnya kami bertemu. Berbincang, tertawa bersama hingga menguak sesuatu yang luar biasa. Ya, malam ini aku menyimpulkan, bahwa pertemuan kami singguh luar biasa. Istimewa, sangat istimewa.

Kenapa pertemuan kali ini bagiku sangat istimewa? Karena ada nilai yang sangat besar terkuak, sehingga membuatku terdiam, berpikir dan memahami setiap makna kata yang dilontarkan Ase.

“Sudah lama kita nggak jumpa, apa gerangan? Proyek apa yang cair?,” kataku sambil tersenyum.

“Ya aku dapat rezeki. Aku kembali jatuh cinta. Kali ini benar-benar cinta. Cinta juga rezeki, bukan?,” ungkapnya.

Wah, ternyata Ase lagi jatuh cinta. Namun, ketika aku menanyakan siapa wanita yang dicintainya, Ase tersenyum sejenak. Sebab, aku tahu betul, banyak wanita yang silih berganti hadir dalam dirinya. Karena itu pula, ia pun diberi gelar “Penjahat Kelamin,”.

“Kali ini tidak bicara wanita. Aku kini benar-benar mencintai Allah,” ujarnya yang sempat membuatku terdiam.

Ase bercerita lebih lanjut, bahwa ia benar-benar telah menyadari, banyak kesalahan yang telah ia perbuat, sehingga ia lupa siapa sang pencipta yang menguasai seluruh alam semesta.

Di tengah malam sebelum tidur, tetiba hidayah menghampirinya. Seakan berkontemplasi, merenung perjalanan hidup, Ase tetiba meneteskan air mata. Ia menyesal banyak hal negatif yang telah ia perbuat.

Malam itu, diceritakannya, jiwanya seakan bergejolak. Tangisnya tak dapat dibendung. Air mata bercucuran, dan hatinya tergerak untuk mengambil wudhu. Malam yang hening itu mengantarkannya untuk salat. Serta berdoa dan berzikir hingga subuh menghampiri.

“Katakanlah (ya Muhammad) : Jika benar-benar kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian….” (Ali Imran: 31)

Surat itu pun dikumandangkan Ase. Ya, kebanyakan dari umur manusia dilalui dengan pembicaraan tentang cinta kepada makhluk dan ambisi untuk beroleh cinta makhluk.

Ketika cinta kepada si makhluk bertepuk sebelah tangan, gayung tiada bersambut, patahlah hati, serasa sesak dada. Demikianlah cinta dan mencinta makhluk, yang bisa membuat sakit.

Namun, mencintai Allah tidak pernah merasa sakit. Cinta yang selama ini sering diabaikan dari pikiran. Padahal Allah merupakan cinta teragung, sungguh tiada membekaskan sakit yang melukai kalbu. Itulah cinta kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Tidak akan patah arang seorang hamba yang mencintai-Nya ketika mengejar cinta-Nya.

Sungguh malam ini sangat singkat, namun memberikan makna begitu besar. Allah memang patut dan harus dicintai semua makhluk di dunia ini. Ase, memberikan pelajaran yang luar biasa malam ini. Hingga akhirnya, aku berkesimpulan. Jangan pernah lupa mencintai Allah, karena Allah sangat mencintai ummatnya. Dari Ase, aku juga memahami, bahwa “Penjahat Kelamin,” sekalipun berhak mencintai Allah SWT.

 

Penulis : Ryan Achdiral Juskal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *