Terungkap! Undangan Evaluasi Kinerja di Bali Berujung Padel Mewah Saat Antrean BBM Mengular

Terungkap! Undangan Evaluasi Kinerja di Bali Berujung Padel Mewah Saat Antrean BBM Mengular

 

MEDANHEADLINES.COM – Denpasar: Instruksi efisiensi yang digaungkan pemerintah pusat tampaknya tak berlaku bagi PT Pertamina Patra Niaga. Perusahaan plat merah ini justeru ‘berfoya-foya’ dengan kegiatan berskala eksklusif yang digelar di Bali di tengah situasi distribusi BBM yang masih bermasalah di sejumlah daerah.

Pantauan media di lapangan, Sabtu (11/04/2026), sebuah arena padel di kawasan Munggu, Kec Mengwi, Kab Badung, dipesan penuh (full booking) sejak pagi hingga sore. Kegiatan berlangsung tertutup dan melibatkan sejumlah pejabat internal serta mitra kerja perusahaan.

Rangkaian kegiatan dimulai sehari sebelumnya. Puluhan agen dan mitra BBM dari wilayah Kalimantan bertolak ke Bali demi mengikuti jamuan di sebuah restoran kawasan Tibubeneng, Kuta Utara.

Fakta ini diperkuat oleh dokumen internal yang diperoleh media dari seorang whistle blower, yang membocorkan undangan resmi bertajuk “Evaluasi Kinerja Agen 2025 se-Kalimantan.” Kuat dugaan seluruh rangkaian kegiatan dibiayai Pertamina Patra Niaga.

Hasil penelusuran di lokasi menunjukkan adanya pergeseran substansi kegiatan. Alih-alih berfokus pada evaluasi kinerja, agenda justeru didominasi aktivitas non-formal, termasuk olahraga padel dan jamuan eksklusif.

Investigasi juga mencatat kehadiran salah satu pejabat strategis perusahaan, Oos Kosasih selaku VP Industrial & Marine Fuel Business PT Pertamina Patra Niaga. Kehadirannya mempertegas bahwa kegiatan ini bukan sekadar aktivitas informal, melainkan bagian dari agenda yang melibatkan struktur internal perusahaan.

Kondisi tersebut kontras dengan situasi di berbagai daerah, di mana masyarakat masih menghadapi antrean panjang BBM dan keterbatasan pasokan. Di saat yang sama, Kementerian ESDM telah menginstruksikan efisiensi anggaran secara ketat kepada seluruh BUMN, termasuk pembatasan kegiatan non-esensial.

Kegiatan di Bali berlangsung dalam format eksklusif dengan skema pembiayaan penuh untuk fasilitas dan peserta.

Temuan di lapangan memperlihatkan adanya ketidaksinkronan antara kebijakan efisiensi yang dicanangkan pemerintah dan implementasi di level operasional perusahaan.

Sebagai subholding yang memegang peran vital dalam distribusi energi nasional, PT Pertamina Patra Niaga kini menghadapi sorotan serius. Bukan hanya soal tata kelola anggaran, tetapi juga menyangkut sensitivitas terhadap kondisi masyarakat yang masih berjuang mendapatkan akses BBM secara layak.(raj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.