MEDANHEADLINES.COM, Medan – Komunitas Layang-layang Paya Pasir bekerja sama dengan Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumut-Aceh akan menggelar Festival Layang-layang di Paya Pasir Marelan pada Minggu (15/4/2018) mendatang.
Festival ini digelar selain untuk menjaga Tradisi Permainan Masyarakat Melayu juga sekaligus untuk memperkenalkan Situs Kota Cina di Wilayah tempat digelarnya Festival Tersebut.
Nantinya festival itu juga akan dirangkai dengan workshop pembuatan layang-layang, dan pameran layang-layang,.
Agus Susilo dari Teater Rumah Mata, salah satu komunitas yang mengelar festival itu menjelaskan, bermain layang-layang merupakan permainan masyarakat Melayu khususnya yang tinggal di pesisir. Permainan ini akan digalakkan kembali salah satunya dengan menggelar festival.
“Selain bernilai edukasi dimana masyarakat khususnya anak-anak dilatih kembali untuk membuat layang-layang, kegiatan ini juga bertujuan mempromosikan wisata Danau Si Ombak Indah yang sempat lesu. Selain itu juga mengenalkan secara lebih luas Kawasan Situs Kota China,” Pungkasnya.
Ia juga Menjelaskan, bila sekarang Anda datang ke Paya Pasir, Anda akan melihat anak-anak muda dari usia 10 tahun hingga 20 puluhan tahun mahir membuat layang-layang.
“Layang-layang yang dibuat bukan sembarangan namun layang-layang khas daerah ini. Ada layang-layang Sari Bulan, Tanduk dan Paha Ayam,” ujarnya.
Agus Juga memaparkan, Proses membuat layang-layang mengandung unsur estetik. Dari mulai mencari materi bambu, kemudian tehnik membelah, meraut bambu hingga membentuknya. Butuh kejelian dalam memperhitungkan keseimbangan, keharmonisan dan kekuatan.
“Selain bernilai seni, membuat layang-layang itu seperti menata kehidupan. Dibutuhkan perhitungan, kesabaran dan keuletan,” katanya.
Dari mulai memilih materi bambu, mereka sudah memperhitungkan kekuatan angin dan kemungkinan-kemungkinan daya jelajah layang-layang itu di angkasa. Dari sepotong bambu yang diraut, mereka sudah bisa berimajinasi bagaimana nasib layang-layang yang terbentuk dari bambu itu.
“ Bambu untuk membuat layang-layang di Paya Pasir ini tidak sembarangan, selain panjang ruas, umur bambu, juga bagian dari batang bambu yang dapat terbang dengan atraktif dan indah juga harus diperhitungkan,” pungkasnya. (red)







