Temuan Endemi Cacing Pita di Simalungun, 3 Universitas Jepang Jalin Kerjasama

MEDANHEADLINES.COM, Medan -Penemuan endemi penyakit cacing pita (Taeniasis) di kecamatan Silau Kahaean Simalungun yang mencapai 10 meter lebih dan merupakan Penemuan terbesar di dunia yang mencapai 171 kasus membuat 3 Universitas di Jepang tertarik melakukan penelitian di Kabupaten ini
“Selain tiga universitas Japan, ada empat universitas di Indonesia yang turut dalam penelitian tersebut,” kata Ketua Tim Peneliti Cacing Pita FK UISU, DR Umar Zein
Ia mengatakan, bersama dengan peneliti dari ketiga universitas dari Japan dan bebebrapa Universitas asal Indonesia, telah selesai melakukan pemeriksaan molekuler terhadap empat sampel cacing pita asal Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara termasuk draft artikel ilmiah.
“Artikel itu dikirim ke WHO guna melanjutkan proses penelitian atas penemuan endemi Taeniasis di Simalungun. Sembari menunggu dukungan dari WHO, tim FK UISU akan kembali ke tempat pertama kali cacing pita ditemukan,” katanya.
Umar Zein yang baru mendapat penghargaan dosen berprestasi dari UISU itu mengungkapkan, adapun tim yang ikut serta diantaranya, Kyoto University, Kyoto, Japan Prof.Munehiro Okamoto, University, Asahikawa University, Prof.Akira Ito dan University, Yamaguchi, Japan, Prof. Tetsuya Yanagida.
Sedangkan dari Indonesia ada Universitas Udayana, Bali, Dr. Kadek Swastika, Universitas Brawijaya, Malang, Prof. Teguh Wahyu Sarjono, Universitas Sari Mutiara Medan, Dr.Toni Wandra dan Universitas Methodist Indonesia Medan, Prof Hadyanto Lim.
“Setiap universitas perwakilannya satu orang. Baik dari universitas Jepang maupun dari Indonesia,” pungkasnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.