KRI Nagapasa-403 resmi jadi kapal perang Indonesia

MEDANHEADLINES – Angkatan laut Indonesia mendapat tambahan sebuah Kapal Selam Hull no 7712 yang diberi nama KRI Nagapasa-403 yang nantinya akan digunakan untuk memperkuat armada TNI AL

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu  saat melakukan peresmiaan kapal tersebut di dermaga galangan kapal DSME, Okpo, Geoje, Gyeongsang Selatan, Korea Selatan berharap agar kapal selam KRI Nagapasa-403 itu dapat menjadi alat pertahanan di perairan Indonesia.

“Diresmikan KRI Nagapasa maka kekuatan TNI AL akan semakin bertambah dan meningkatkan kemampuan pertahanan nasional. Harus disambut baik dan jadi momentum kekuatan pertahanan negara di laut,” ujar Ryamizard.

KRI Nagapasa-403 merupakan satu dari tiga kapal selam yang dipesan Indonesia dari Korea Selatan. Kapal tersebut dibangun pada 2013 lalu dengan menggunakan Transfer of Technology (ToT). Kapal selam ini merupakan produksi ekspor pemerintah Korea Selatan yang pertama kali.

Kapal merupakan pengembangan dari kapal selam tipe Chang Bogo Class milik Republic of Korean Navy (ROK Navy) dan Kapal Selam tipe Cakra yang dimiliki oleh TNI Angkatan Laut.

Proses pembangunan kapal berada di bawah kendali pengawasan Satuan Tugas Proyek Pengadaan Kapal Selam (Satgas Yekda KDSE DSME209) yang dipimpin Laksma TNI Iwan Isnurwanto.

Kapal selam KRI Nagapasa-403 memiliki panjang 61,3 meter dengan kecepatan ± 21 knot di bawah air. Kapal ini punya ketahanan berlayar lebih dari 50 hari dan mampu menampung 40 kru untuk menunjang fungsi, kapal juga dipersenjatai torpedo dengan fasilitas delapan buah tabung peluncur.

Chang Bogo Class juga dirancang untuk mampu men-deploy ranjau laut, meluncurkan rudal anti kapal permukaan, serta mampu melepaskan Torpedo Counter Measure.

TNI AL sendiri sudah menyiapkan markas untuk kapal selam baru. Kapal-kapal selam Chang Bogo Class rencananya akan bermarkas di Teluk Palu, Sulawesi.

Selain KRI Nagapasa-430, dua kapal selam lainnya dari Korea Selatan juga dipersiapkan untuk memperkuat pasukan TNI AL. Rencananya kedua kapal itu dinamai dengan KRI Trisula 404 dan KRI Nagarangsang 405.

Indonesia sendiri menandatangani kontrak pengadaan tiga kapal selam dengan DSME pada Desember 2011. Keseluruhan kapal akan diselesaikan pada tahun 2019.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.