Ketika Kejujuran Menjadi Langka, Apakah Semua Menjadi Pinokio?

Foto : IST

MEDANHEADLINES.COM – Manusia memiliki dua pilihan di dalam hidupnya, hidup dengan kejujuran, atau mati dengan kebohongan. Bertahan dengan kesalahan, atau berusaha memperbaiki kesalahan.

Tak dipungkiri, setiap manusia pasti pernah melakukan kebohongan. Bahkan, ada beberapa manusia, yang nyaman menjadi seorang pembohong. Lebih parahnya lagi, ada manusia yang rela berbohong hanya untuk memenangkan gengsinya.

Tetapi, apakah berbohong akan menjadikan kamu pribadi yang baik? Tentu tidak. Apakah kebohongan akan memenangkan kamu di segala situasi? Diawal kebohongan memang akan memenangkanmu. Tetapi lambat laun, kebohongan yang akan menghajarmu.

Apakah orang tuamu pernah mengajarkan kamu untuk menjadi pembohong? Cari saja hingga ke penjuru negeri, pasti tidak kamu temukan orang tua yang mengajarkan anaknya untuk menjadi pembohong.

Ingatkah kamu film animasi pinokio? Si pembohong yang memiliki hidung panjang. Andai saja, di dalam hidup berlaku hukuman hidung panjang untuk manusia yang berbohong, aku berani jamin, tidak seorangpun berani berbohong.

Mengapa? Dia akan malu dan takut karena memiliki hidung panjang, dan teman-temannya pasti langsung menilai ia si pembohong.

Tetapi, sayang disayang, hukum itu tidak pernah berlaku di dalam kehidupan manusia.

Lantas, hukum apa yang berlaku untuk si pembohong di dalam kehidupan ini? Hukum waktu, jawabku.

Ketika waktu benar-benar telah menunjukkan kebenaran, kamu tidak akan bisa lari, kamu tidak akan bisa mengelak, dan kamu tidak akan bisa melawan. Ia bagaikan tembakan yang membuatmu diam seribu bahasa dan ia bagaikan tamparan, yang akan membuatmu menyesal karena telah menutupi kebenaran.

Baca Juga : Merdeka 100 Persen Tanpa Nilai Tawar

Saat itu kau akan sadar, bahwa nilai kejujuran amat berpengaruh besar untuk kelangsungan hidupmu. Kau akan sadar, bahwa kebohongan hanya akan menyakiti mental dan ragamu dan kau akan menyesal, karena kebohonganmu tidak hanya menyakiti dirimu, tetapi juga menyakiti orang yang kau bohongi.

Tidak akan hina kau berkata jujur. Tidak akan salah kau berkata jujur. Tidak akan bodoh kau menjadi pribadi yang jujur dan tidak ada yang menyakitkan, jika kau mampu menjadi pribadi yang jujur.

Sifat buruk bisa diubah jika ada kemauan dan sifat buruk semakin bertambah jika kamu nyaman berbuat kesalahan. Teruslah memperbaiki diri, karena kematian pasti menanti. Teruslah mempelajari arti hidup ini, karena belajar tak pernah kenal kata mati.

Penulis : Nur Atika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *