Penemuan Tapir di Pemukiman Warga, Walhi Sumut : Akibat Kerusakan Hutan

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Kasus masuknya satwa dilindungi Tapir (Tapirus indicus) ke pemukiman warga di kampung Kristen, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labuhan Batu Selatan (Labusel) beberapa hari yang lalu adalah dampak dari kerusakan hutan yang terjadi.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Eskekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Utara, Dana Prima Tarigan menyikapi penemuan satwa langka itu

Dikatakannya, Salah satu penyebab kerusakan hutan di Labuhan Batu Selatan menurutnya karena maraknya konversi hutan menjadi lahan perkebunan maupun menjadi areal Hutan Tanaman Industri (HTI).

“Logikanya ketika habitat mereka semakin rusak dan tidak ada makanan lagi disana, mereka akan keluar mencari makanan,” Tegasnya, Rabu (20/12/2017).

Dana juga menjelaskan, konversi hutan selaku habitat satwa-satwa endemis di Sumatera menjadi hal yang sangat ironis ditengah isu global untuk kelestarian lingkungan yang terus digaungkan oleh pemerintah. Disisi lain pemerintah menurutnya terus menggaungkan isu pelestarian lingkungan, namun disisi lain mereka juga dengan mudah mengeluarkan izin HPH terhadap korporat-korporat untuk menguasai hutan.

“Kalau ini terus terjadi, konflik antara manusia dengan satwa akan terus terjadi. Hal yang sama juga menurut saya menjadi penyebab masuknya Harimau Sumatera ke pemukiman warga beberapa waktu lalu disana juga,” tegasnya,

Seperti diketahui, seekor Tapir ditangkap oleh warga Labuhan Batu Selatan setelah masuk ke perkampungan mereka pada Senin (18/12/2017) lalu. Saat ini satwa dilindungi tersebut dititipkan sementara di Barumun Nagari Wildlife Sanctuary (BNWS). Petugas medis masih terus memantau perkembangan kondisi kesehatan Tapir tersebut sebelum dilepasliarkan.(red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.