Diskusi SAR-I, Penanganan Korban Bencana Alam harus secara Holistik

MEDANHEADLINES.COM – Masalah yang berkaitan dengan penanganan korban bencana alam – apapun bentuknya – sangat memerlukan pendekatan yang holistik. Dalam kasus penanganan korban bencana Gunung Sinabung misalnya, aspek-aspek yang berhubungan dengan psikososial menjadi prioritas mengingat persoalan penanganannya tidak lagi bersifat fisik semata karena bencana gunung tersebut sifatnya berulang, terbukti dari letusannya berkali kali dan menjadi masalah yang kemudian melebar ke aspek lainnya.

Demikian salah satu simpul dari diskusi yang diselengarakan oleh Perkumpulan Sosial untuk Resiliensi (Social Research and Action for Resilience), disingkat SAR-i, Sabtu 28 Oktober 2017 lalu di Medan. Diskusi kemudian menyimpulkan pentingnya integrasi dan koordinasi yang seimbang dengan pelibatan banyak pihak bilamana penanganan korban bencana alam dilakukan

Diskusi tersebut merupakan kegiatan launching SAR-i, yang anggotanya terdiri dari pelaku, praktisi, peminat dan akademisi yang beraktivitas dalam aksi-aksi sosial baik dalam bentuk penelitian, survey, pendampingan maupun pembentukan model-model sosial yang saat ini begitu berkembang dan dinamis. SAR-i, dengan ketua Badan Pendiri Dr.Ir.Tumpal HS Siregar, Dipl.Agr dan wakil Badan Pendiri Prof.Badarudin tersebut terdiri dari para pelaku, praktisi, peminat dan akademisi yang sudah lama menekuni dinamika dan kegiatan yang sejenis. Dengan berbagai latar belakang keilmuan, perkumpulan SAR-i diproyeksikan akan memberikan sumbangan yang berarti bagi penanganan maupun rekomendasi serta pendampingan pengembangan masyarakat secara umum. Dengan Direktur Pelaksana Dr.Henri Sitorus,Sekretaris dan Wakil Sekretaris Delphinus Ginting, Msi dan Efentinus Ndruru S.Fil.M.Sos serta bendahara Aida Fitra Harahap MA , SAR-i juga memiliki program penerbitan buku yang berbasiskan kepada hasil hasil penelitian anggotanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.