Kolaborasi Akademisi dan Praktisi: Aksi Kami Menuju Suksesi GPDRR 2022

MEDANHEADLINES.COM – Pandemi Covid-19 agaknya memberikan pukulan besar bagi kestabilan dunia. Sejak kemunculannya di Wuhan China Tahun 2019 hingga saat ini tersebar hingga hampir ke seluruh dunia, dampak yang ditimbulkan pun masih terus berlanjut. Mulai dari korban jiwa, terganggunya perekonomian, berubahnya pola kehidupan sosial bermasyarakat, hingga proses belajar mengajar mengalami perubahan.

Pendidikan anak usia dini hingga perguruan tinggi. Guru, dosen, dan mahasiswa dipaksa untuk belajar menggunakan berbagai media pembelajaran secara daring. Berbagai aplikasi seperti zoom meeting, google meet, streamyard, dan youtube menjadi pilihan.

Dampak negatif dan positif yang ditimbulkan akibat pembelajaran secara daring menjadi polemik tersendiri. Hal ini hampir dirasakan oleh semua elemen masyarakat yang terlibat dalam proses belajar mengajar secara daring pada awal hingga pertengahan kebijakan ini diberlakukan.

Beberapa di antara dampak negatifnya yaitu ancaman putus sekolah, penurunan capaian belajar, anak berpotensi menjadi korban kekerasan rumah tangga yang tidak terdeteksi guru, keterbatasan smartphone serta kuota internet, anak kehilangan pembelajaran, bahkan anak menjadi kurang bersosialisasi.

Di samping dampak negatif, tentu ada dampak positif dari pembelajaran daring ini seperti anak memiliki banyak waktu di rumah Bersama keluarga, metode belajar yang variatif, anak peka dengan perubahan, anak mengeksplorasi teknologi, sebagian anak nyaman belajar dari rumah (metro.com).

Terlepas dari pro-kontra, positif-negatif dampak yang ditimbulkan pembelajaran daring, ini semua merupakan bagian dari upaya yang dilakukan untuk meminimalisir risiko yang ditimbulkan akibat pandemi Covid-19.

Tidak hanya proses pembelajaran saja, akan tetapi berbagai rapat penting; pelatihan dan peningkatan kapasitas masyarakat, aparatur sipil negara, swasta; hingga pertemuan ilmiah dalam dan luar negeri dilakukan secara daring. Pola ini terus berkembang seiring dengan perkembangan kasus pandemi di Dunia. Melandainya kasus pandemi Covid-19 di Indonesia berdampak pada perubahan pola hybrid atau blended pada pembelajaran maupun berbagai kegiatan termasuk pertemuan ilmiah Global Platform Disaster Risk Reduction yang akan diselenggarakan di Bali pada 25 Mei 2022.

 

Institut Agama Islam Negeri Kudus sebagai bagian dari Perguruan Tinggi di Indonesia yang serius dalam pengurangan risiko bencana. Salah satu bentuk keseriusannya yaitu adanya mata kuliah manajemen bencana pada Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam di bawah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam.

Harapannya lulusan dari program studi Pengembangan Masyarakat Islam mampu mengembangkan masyarakat serta membentuk kemandirian masyarakat di daerah rawan bencana yang notabene hampir seluruh wilayah Indonesia rawan bencana. Pada saat pandemi Covid-19, IAIN Kudus juga menerapkan serta mendukung setiap kebijakan pemerintah dalam hal pembelajaran, pertemuan ilmiah, dan rapat secara daring maupun blended (online-offline).

Lebih jauh lagi, Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam mengadakan serangkaian kegiatan dalam rangka mendukung agenda besar Global Platform Disaster Risk Reduction.

Gagasan kolaborasi pentahelix dalam pengurangan risiko bencana diwujudkan, dalam beberapa kegiatan seperti Konsorsium kolaborasi yang diselenggarakan program Studi Pengembangan Masyarakat Islam, dengan tema Analisis Risiko Bencana dalam Pengurangan Risiko Bencana dihadiri Sivitas Akademika Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN Kudus mengundang narasumber dari Politeknik AKBARA Surakarta melalui virtual; Kuliah tamu kolaborasi program studi pengembangan masyarakat Islam dengan mengundang pembicara dari praktisi Kebencanaan yang berada di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Selain itu, program studi pengembangan masyarakat Islam juga melaksanakan kegiatan berupa pendidikan dan pelatihan tematik kolaborasi akademisi dan praktisi dalam rangka mewujudkan peningkatan kapasitas mahasiswa dalam pengurangan risiko bencana. Inilah aksi nyata kami dalam menyongsong Global Platform Disaster Risk Reduction.

 

Penulis : Nuril Maghfirah, S.E., M.Sc
Dosen Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam IAIN Kudus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.