HMI di KNPI, Perlukah ??

MEDANHEADLINES.COM – Dari tinjauan yuridis menyatakan bahwa Himpunan Mahasiswa Islan (HMI) bersifat independen; HMI adalah organisasi mahasiswa. Hal ini menegaskan “independen” adalah sifat mutlaknya HMI (Pasal 6 AD HMI) dan “mahasiswa” adalah statusnya HMI (Pasal 7 AD HMI).

Sifat HMI yang independen (Independensi Etis dan Independensi Organisatoris) adalah untuk menegaskan secara realitas-historisnya bahwa HMI sejak berdirinya hingga sampai sekarang (74 tahun) tidak berafiliasi dengan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), Organisasi Sosial Politik (Orsospol), dan bukan pula berada dalam sebuah Organisasi Kepemudaan (OKP). HMI bukan juga underbouw sebuah Partai Politik (Parpol) seperti yang pernah dituduhkan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) yang mengatakan bahwa HMI underbouw atau sayap Partai Masyumi, serta yang terakhir, yang sempat viral dari seseorang mengaku Alumni HMI kemudian mengatakan bahwa HMI adalah binaanPartai Keadilan Sejahtera (PKS). Semua tuduhan-tuduhan itu tak berdasar dan sangat bersifat subjektif.



Sehingga jelas dan terang bahwa HMI tidak perlu dan tidak diperkenankanberada dalam sebuah organisasi manapun, seharusnya demikian praktek aktivitas kader HMI untuk menjaga Independensi HMI. Hal ini bukan untuk membuat organisasi HMI sebagai organisasi yang konservatif, akan tetapi hal itu dijaga untuk supaya HMI fokus pada tujuannya (Pasal 4 AD HMI) dan fungsinya sebagai organisasi kader (Pasal 8 AD HMI).

HMI yang berstatus sebagai organisasi mahasiswa (Pasal 7 AD HMI) menegaskan bahwa HMI bukan Ormas, bukan Orsospol, dan bukan pula OKP. Frasa “mahasiswa” mengandung makna yang dalam dan filosofis. Jangan dikaitkan secara status pribadibahwa mahasiswa itu juga termasuk seorang pemuda. “Mahasiswa” dan   “Pemuda” adalah dua frasa subjek yang berbeda. Dan yang jelas HMI telah menyatakan dan menegaskan dirinya bukanlah sebuah OKP.

HMI adalah organisasi kader, bukan organisasi massa. Artinya, fokus HMI adalah untuk terus melakukan kaderisasi demi mempersiapkan mahasiswa Islam (yang bergabung) sebagai kader umat dan kader bangsa, sebagaimana tujuan HMI dan tanpa menghilangkan ruh Keislaman, Kebangsaan-Keindonesiaan dan Kemahasiswaannya. Fokus organisasi ini pun adalah untuk meningkatkan potensi-kualitas bidang keilmuan yang diminati oleh kader-kader, serta meningkatkan soft dan hard skill kader-kader. HMI tidak berorientasi pada “proyek-proyek” ini dan itu yang sifatnya sangat materialistik.


Untuk itu, sangat tidak etis jika membawa HMI masuk ke dalam pusaran organisasi lain. Sehingga, HMI harus keluar dan atau menolak jika dilibatkan dalam sebuah organisasi. Jika satu meja untuk membicarakan kemajuan bangsa, negara dan semacamnya tidaklah masalah. Akan tetapi dilibatkan secara organisasional hingga masuk ke dalam sebuah rapat-rapat resmi organisasi tersebut, itu tentu tidak etis dan menyalahi Konstitusi HMI.

Terkait misalnya hubungan HMI dengan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), HMI seharusnya tidak perlu berada di dalam KNPI. Alasannya sangat simpel, karena KNPI berstatus organisasi kepemudaan atau sebuah komite yang di dalamnya gabungan berbagai Organisasi Kepemudaan (OKP) yang ada di Indonesia. Sedangkan sudah jelas kita ketahui bahwa HMI bukanlah Organisasi Kepemudaan (OKP), tapi HMI adalah organisasi kemahasiswaan. Jika HMI berada dalam tubuh KNPI (baik dalam rapat-rapat resmi KNPI, penentuan struktural KNPI atau apa pun sebutannya itu), menurut saya itu dapat mengancam Independensi HMI. Patut untuk dipertanyakan. Dan HMI menurut saya tidak perlu ada di dalam KNPI.

Mengapa HMI patut dipertanyakan jikaada di dalamnya? Alasan saya merujuk pada sejarah berdirinya KNPI 48 tahun yang lalu (23 Juli 1973). Berdirinya KNPI tidak lepas dari “tangan-tangan” binaan kader Golkar dan militer. Deklarasi KNPI ini dulu dipimpin oleh David Napitupulu yang sudah aktif di Golkar sejak tahun 1967-1998. Artinya, HMI tidak perlu masuk ke dalam KNPI, sebab HMI tidak perlu berafiliasi atau bergabung dengan organisasi tersebut, apalagi itu bentukan Kader Golkar. Kader HMI yang masih aktif sebagai pengurus tidak perlu ada dalam rapat-rapat resmi KNPI, apalagi pada saat menentukan siapa yang menjadi Ketua Umum KNPI di setiap tingkatan. Organisasi HMI tidak perlu ada suara politis (memilih dan dipilih) dalam rapat-rapat yang kita maksud tersebut. Sebaiknya, HMI memilih keluar dan tidak terlibat. Tidak ada ruginya jika tidak masuk dalam KNPI, sebab secara nilai historis saja berdirinya KNPI sudah jauh beda dengan berdirinya HMI sebagai organisasi mahasiswa Islam. HMI jangan diartikan sebagai organisasi pemuda Islam.

KNPI dalam proseslahirnya selain dibidani oleh militer dan kader Golkar, ia juga berdiri atas restu rezim otoriter Orde Baru (Orba). Artinya, ia dilahirkan tidak lepas dari “persetubuhan gelap” antara aktivis-aktivis yang menamakan dirinya Kelompok Cipayung dengan pimpinan rezim Orba, Soeharto.

Akhir kata, KNPI biarlah tetap ada dan memberikan sumbangsihnya pada bangsa dan negara sebagaimana mampunya. Dan HMI tidak perlu ikut di dalamnya, sebab HMI punya “arena” dan aturan mainnya sendiri. Jika saat ini HMI ada di dalam KNPI, semoga ke depannya, HMI keluar dari KNPI. Demi menyelamatkan Independensi HMI dan tidak terlibat dalam pusaran arus konflik yang sedang terjadi di dalam tubuh KNPI itu sendiri.

Selamat ulang tahun ke-48 KNPI (23 Juli 1973 – 23 Juli 2021). Selamat tinggal, Kami (HMI) keluar![]

 

HMI Tidak Perlu Ada di KNPI

Untuk memperkaya pembahasan dalam pembicaraan kita kali ini, saya merasa perlu untuk mengulasnya lagi tanpa merubah sikap-ide pemikiran awal dalam tulisan tersebut. Dalam ulasan terbaru ini saya coba sedikit menyentuh KNPI itu sendiri agar kita dapat mengetahui secara historis bahwa KNPI adalah sebuah wadah pemuda produk Orba. Garis historis ini perlu kita ketahui supaya kita tahu sejarah bagaimana KNPI itu dibentuk dan HMI tidak perlu ada di dalamnya.

Kembali lagi kita tegaskan bahwa HMI bukanlah sebuah OKP, jadi KNPI yang dikatakan sebagai wadah tunggal organisasi kepemudaan, HMI seharusnya tidak ada di dalamnya, sebab HMI adalah organisasi kemahasiswaan Islam. Dasar hukum dan historisnya sudah sangat jauh berbeda. Tujuan filosofisnya juga sudah berbeda sebab status kemahasiswaan tentu berbeda dengan status kepemudaan secara fungsional. Jadi mengapa HMI di dalamnya?

Baik, awal mula kecelakaan sejarah ini, saya sebut sebuah kecelakaan sejarah, karena menurut saya, yang memasukkan HMI di dalam wadah tunggal organisasi pemuda ini (KNPI)–padahal HMI bukan OKP–adalah sebuah pengkhianatan terhadap Independensi HMI yaitu Akbar Tandjung tahun 1973, waktu itu Akbar Tanjung sedang menjabat sebagai Ketua Umum PB HMI periode 1971-1974. Bermuladari beberapa organisasimelakukan rapat-rapat atau diskusi-diskusi berbagai organisasi kemahasiswaan, di sana ada HMI, PMKRI, GMNI, GMKI dan PMII di Cipayung, Bogor. Sehingga, kelompok ini pun disebut kelompok Cipayung.

Kelompok Cipayung ini pun mendeklariskan sebuah wadah tunggal untuk pemuda dengan nama Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang Mayjen Ali Moertopo menjadi salah satu “bidannya” waktu itu Ali sebagai Pentolan organ intel di Operasi Khusus (Opsus). Sebagaimana yang ditulis Petrik Matanasi dalam tirto.id 23 Juli 2020, kelompok ini dibentuk untuk menjaga stabilitas daripada kepresidenan Soeharto. Singkatnya, pembentukan KNPI ini ada campur tangan rezim Orba lewat intelijen-intelijen negara (Opsus) dan juga Kader Golkar, seperti David Napitupulu yang menjadi Pimpinan Deklarasi KNPI dan menjadi Ketua Umum I KNPI. Pada saat itu David sudah aktif sebagai kader Golkar sejak 1967. Istilah KNPI sebagai “wadah tunggal” organisasi pemuda itu pun muncul. Padahal OKP dan organisasi kemahasiswaan (Ormawa) itu sangat berbeda. Alhasil, KNPI adalah produk Orba, dapat juga kita katakan produk intelijen negara Indonesia.

Sebagaimana ditulis Krissantono dalam buku Di Atas Panggung Sejarah: Dari Sultan ke Ali Moertopo, kemudian dikutipkan lagi oleh Petrik Matanasi dalam tirto.idyang menyebutkan bahwa, “Ali Moertopo dapat disebut sebagai ‘bidan’ lahirnya KNPI. Dia menungguinya ketika KNPI lahir dan selalu memberi pengarahan yang dibutuhkan.”

Kemudian kapan mulainya KNPI secara resmi memasukkan organisasi mahasiswa ke dalam tubuhnya? Didik Supriyanto dalam buku Perlawanan Pers Mahasiswa: Protes Sepanjang NKK/BKK menerangkan bahwa di Kongres I KNPI pada 28 Oktober 1974 AD/ART KNPI tersusun. Sejak itu pulalah KNPI sah menjadi wadah tunggal organisasi pemuda, dan ormas mahasiswa ada di dalamnya. Sebagai anak kandung Orba, KNPI jelas dekat dengan pemerintahan Soeharto.

Dari sedikit analisis historis di atas, dapat kita mengetahui bahwa KNPI lahir dari hasil “persetubuhan gelap” aktivis-aktiviskelompok Cipayung itu dengan rezim Orba Seoharto. Artinya, HMI masuk di dalamnya karena dibawa oleh Akbar Tandjung. Itulah awal mula HMI berada dalam pusaran kehancuran Independensi HMI hingga saat ini. Menurut saya, sebesar dan seloyalis apa pun Akbar Tanjung pada HMI saat ini, jika HMI masih di dalam KNPI, itu belum dapat dibayar tuntas. Ini adalah dosa terbesar Akbar Tanjung pada HMI yang secara terus menerus dijalankan kader-kader HMI yang merawat anak kandung Orba tersebut. Ini dosa jariyahnya Akbar Tanjung bagi HMI itu sendiri.

Apa dampak buruk secara konkret jika HMI masih ada di dalam KNPI, baik suksesi kepemimpinan KNPI atau pun dalam bentuk rekomendasi suara politis dan rekomendasi kepengurusan di setiap tingkatan KNPI? Dampaknya yaitu terjadinya keterpecahan HMI di struktural karena adanya tarikan politis saat suksesi kempemimpinan HMI disetiap tingkatan kecuali Korkom dan Komisariat. Bahkan sering dijadikan burgening politik oleh mereka-mereka (antar kader HMI) untuk menentukan suara saat rapat-rapat KNPI. Misalnya, apakah seorang kader yang  terpilih menjadi Ketua Umum Cabang, Badko dan PB mau memberikan suaranya di rapat KNPI saat maju menjadi Ketua Umum KNPI setiap tingkatan. Kadang rusaknya HMI dapat bermula dari tarikan seniornya yang ingin maju sebagai Ketua KNPI.

Selanjutnya, adalah sebuah kesalah-pahaman apabila HMI disamakan seperti OKP, sudah sepantasnya HMI disemua tingkatan menyatakan dirinya tidak terlibat lagi di KNPI, biarlah itu untuk organisasi-organisasi kepemudaan. Organisasi mahasiswa, seperti HMI tidak perlu mengurusi dan tidak perlu ikut di dalamnya. Cukup aktif berproses di organisasinya saja, di rumah masing-masing saja.

 

Penutup

Jika kita uraikan seluruh daftar kerugian HMI jika berada di dalam KNPI tentu lebih banyak lagi. Kerugian HMI lebih banyak jika masih ada di dalam KNPI, daripada keluar. HMI tidak perlu terlibat dalam organisasi produk Orba tersebut. HMI punya “arena” tersendiri, punya cara sendiri, dan punya tugas yang lebih strategis. Untuk itu, HMI TIDAK PERLU ADA Di KNPI

 

Penulis : Ibnu Arsib Ritonga

 


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.