MEDANHEADLINES.COM – Kesehatan mental mencakup kesehatan emosional, psikologis, dan sosial. Kesehatan mental sangat penting pada setiap tahap kehidupan, dari kecil hingga dewasa. Kesehatan mental mempengaruhi bagaimana seseorang berpikir, merasakan, dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari. kesehatan mental juga membantu seseorang dalam menangani stress, berhubungan dengan orang lain, dan membuat pilihan.
Gangguan mental atau penyakit mental adalah gangguan serius yang dapat mempengaruhi pemikiran, mood, dan prilaku seseorang. Terdapat banyak jenis gangguan mental dan gejala yang berarvariasi seperti anoreksia, depresi, gangguan kecemasan, gangguan adiksi, skizofrenia, dan lain sebagainya. Merupakan hal yang sulit untuk membedakan kesehatan mental normal dengan penyakit mental karena tidak ada tes yang mudah untuk menunjukkan ada yang salah.
Gangguan kesehatan mental tidak seperti gangguan pada fisik yang dapat langsung diobati berdasarkan tanda dan gejala, tetapi berdasarkan seberapa besar kondisi yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Berikut adalah beberapa hal yang dapat mempengaruhi kondisi mental seseorang :
1. Tingkah laku. Perubahan tingkah laku dapat saja terjadi, hal tersebut terlihat dari contoh seperti kebiasaan seseorang dalam mengkonsumsi alkohol dalam jumlah banyak.
2. Perasaan. Terkadang kondisi kesehatan mental yang terganggu ditandai dengan timbulnya kesedihan yang mendalam atau berkelanjutan.
3. Cara pikir. Cara berpikir yang berbeda dengan orang lain mengakibatkan seseorang terlalu berusaha menyelaraskannya. Sehingga jika apa yang sudah ia upayakan tersebut tak tercapai, maka kondisi mentalnya dapat terganggu karena usahanya yang memaksa tak membuahkan hasil.
Selain itu, ada juga beberapa faktor yang dapat berpengaruh terhadap kesehatan mental dan dapat pula menjadi penyebab dari gangguan mental yang timbul. Hal tersebut terbagi menjadi tiga bagian yakni diantaranya :
A. Faktor Biologi ; genetik, kimia pada otak, gangguan pada otak
B. Faktor kehidupan ; trauma, pelecehan, racun, alkohol, dan obat-obatan
C. Faktor keluarga ; riwayat serta masalah dalam keluarga
Diagnosis :
Dokter akan menentukan diagnosis adanya gangguan pada kesehatan mental berdasarkan pada The Diagnistic and Statustucal Manual of Mental Disorder (DSM). Petunjuk DSM mencakup gejala dan tanda dari ratusan penyakit mental. Dokter akan mencari tahu mengenai persepsi penderita dan orang lain terhadap kondisi penderita.
Sebaiknya seseorang yang sudah memiliki gejala gangguan mental segera mencari pertolongan professional. Terlebih lagi jika penderita yang menunjukkan gejala memiliki keinginan bunuh diri atau dapat melukai diri sendiri dan orang lain. Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik untuk menyingkirkan penyakit fisik. Pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan lab fungsi tiroid atau alkohol dan obat-obatan juga akan dilakukan.
Gejala awal dari gangguan pada kesehatan mental dapat berupa :
1. akan atau tidur terlalu sedikit atau banyak
2. Menarik diri dari orang lain dan aktivitas umum
3. Tidak berenergi atau hanya memiliki sedikit energy
4. Merasa mati rasa atau tidak yang berarti
5. Mengalami nyeri yang tidak dapat dijelaskan
6. Merasa tak berdaya dan putus asa
7. Merokok, minum alkohol lebih dari biasanya atau bahkan menggunakan narkoba
8. Merasa bingung, pelupa, marah, cemas, dan takut yang tidak biasa.
9. Berteriak atau bertengkar dengan keluarga dan teman
10. Mengalami perubahan mood (mood swing) yang parah sehingga menyebabkan masalah pada hubungan dengan orang lain.
11. Memiliki pemikiran dan kenangan yang persisten dan tidak bisa dilakukan dari kepala
12. Mendengar suara atau mempercayai sesuatu yang tidak benar
13. Berpikir untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain
14. Tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari seperti merawat anak atau pergi ke sekolah atau tempat kerja.
Gangguan Mental sebagai Dampak dari Pengunaan Teknologi Selama Pandemi
Pada masa saat ini, dunia sedang berduka karena banyak makhluk bumi yang gugur akibat wabah penyakit Covid-19. Sebagai upaya pencegahan agar tidak memakan lebih banyak korban jiwa, pemerintah mengeluarkan peraturan agar seluruh masyarakat menjaga jarak satu sama lain. Indonesia sendiri kini mencatat sudah 543.975 kasus positif dan 454.879 kasus sembuh pada Selasa (1/12/2020). Selain itu kasus, meninggal sudah mencapai 17.081 kasus. Berdasarkan laporan Worldmeters, Indonesia masih masuk ke dalam 10 besar dengan jumlah kasus tertinggi di Asia.
Atas hal tersebutlah masyarkat Indonesia diminta untuk tetap berada dirumah dan melakukan semua aktivitas dari dalam rumah. Baik para pegawai negeri, buruh, dan juga para pelajar semua harus tetap berada di rumah saja. Itu lah yang kini menjadikan tingkat pemakaian internet ataupun teknologi terkini menjadi jauh lebih meningkat. Tentu saja hal tersebut memberi keuntungan dan dampak positif terhadap sebagian masyarakat yaitu memudahkan pekerjaan yang kini dikerjakan dari rumah begitu juga bagi para pelajar yang kini bersekolah secara daring, akan tetapi hal tersebut tidak berlaku bagi para buruh, mereka harus tetap dirumahkan tanpa ada pekerjaan pengganti.
Akan tetapi pemerintah tetap memberi kebijakan dengan membagikan beberapa bantuan yang dapat menunjang kehidupan para buruh selama masa pendemi. Selain dampak positif yang didapat dari pemakaian teknologi selama masa pandemi, dampak negative pun tak luput mengiringinya bahkan bisa berpengaruh terhadap kesehatan mental dan dapat memicu stress dan depresi. Tentu saja hal tersebut terjadi apabila seseorang tidak dapat mengontrol penggunaan teknologi dengan bijaksana. Kebijakan dirumahkan saja oleh pemerintah hampir sepenuhnya memberikan rasa bosan hingga tekanan bagi masyarakat Indonesia, tentu saja hal tersebut membuat hampir seluruh orang bergantung pada teknologi sebagai hiburan salama dirumah saja. Jika penggunaannya tak terkontrol bukan malah menjadi hiburan tetapi jatuh ke gangguan mental.
Terutama penggunaan media sosial, banyak orang kini aktiv di media sosial menyalurkan bakat atau memang sumber matapencahariannya. Tapi tahukan kalian jika pengunaan media sosial dapat meningkatkan resiko mengalami masalah kesehatan mental? Hal itu karena media sosial sering kali membuat seseorang membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Saat ini orang lebih sering mengunggah semua aktivitasnya di media sosial, hal itu terkadang menimbulkan rasa iri. Akibatnya stress pun tak terhindarkan karena seseorang trersebut terlalu sibuk membandingkan dirinya sendiri. Selain itu, media sosial juga kerap kali menjadi wadah untuk saling menghujat antar sesama. Jika tidak memiliki mental yang kuat untuk mengahadapi hal tersebut, resiko untuk mengalami depresi dan gangguan kecemasan pun akan turut meningkat. Hal tersebut terlihat dari banyaknya kasus bunuh diri di Negara Korea Selatab akibat tidak sanggup dengan segala jenis hujatan yang didapatkan.
Jika mengalami hal tersebut, maka istirahatlah sejenak dari media sosial yang mungkin bisa membantu mengurangi keparahan gejala. Apabila kondisi tak kunjung membaik, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater untuk meminta bantuan.
Pengobatan
Penanganan terhadap orang yang mengalami gangguan pada kesehatan mental tergantung dari tipe gangguan itu sendiri. Namun, pada dasarnya pengobatan yang dapat dilakukan meliputi obat-obatan dan psikoterapi. Pengobatan kasus gangguan mental yang berat juga mencakup beberapa ahli seperti dokter kejiwaan, dokter umum, anggota keluarga, dan lainnya. Obat-obatan yang dapat digunakan seperti antidepresan, antiansiestas atau anticemas, menstabilkan mood, dan antipsikotik. Psikoterapi disebut juga terapi bicara yang meliputi kondisi penderita dan isu terkait kepada dokter ahli jiwa.
Terdapat banyak tipe dari psikotrapi. Pengobatan biasanya dapat berlangsung beberapa bulan hingga lebih lama. Psikoterapi dapat hanya bersama penderita atau anggota keluarga.
Pengobatan lain dapat meliputi :
1. Stimulasi otak termasuk terapi elektroknvulsif, stimulasi magnetic transkranial, pengobatan eksperimental yang disebut stumulasi otak dalam, dan stimulasi saraf vagus.
2. Perawatan rumah sakit dan perumahan
Pengobatan
3. Penyalahgunaan zat
Selain itu, dapat pula dilakukan pencegahan sebagai bentuk love my self dengan terus menjaga kesehatan diri dan juga mental diri sendiri. Berikut adalah tips yang dapat dilakukan untuk mencegah gangguan mental yang dapat dilakukan dengan menjaga kesehatan mental positif :
1. Tetap berhubungan dengan orang lain. Jangan biarkan dirimu berada dalam masa sulit seorang diri dan mempersilahakan hasutan-hasutan buruk yang menjerumuskanmu ke jurang kehancuran. Setidaknya bagi sedikit cerita sulitmu pada orang lain
2. Terus berpikir postif. Yakinkan dirimu bahwa semua hal buruk yang terjadi pada dirimu adalah proses dari keberhasilan dan kesuksesanmu di masa mendatang.
3. Tetap aktif secara fisik. Jangan biarkan dirimu terpuruk dalam waktu yang lama dan berlarut-larut.
4. Membantu orang lain
5. Cukup tidur atau istirahat. Jangan biarkan diri dan pikiranmu terlalu lelah, karena keadaan tubuh yang fit dah pikiran yang fresh mampu membawa pengaruh baik pada dirimu
6. Memiliki kemampuan untuk mengatasi masalah
7. Mencari bantuan profesioanal jika diperlukan
Sumber :
-SehatQ. (14 May 2021). Dampak Negatif Teknologi terhadap Kesehatan Mental, Picu Stres hingga Depressi. Diperoleh 19 Mei 2021 dari : https://www.sehatq.com
Liputan6. Kesehatan Mental. Diperoleh 19 Mei 2021 dari : https://m.liputan6.com
Viva Health. Artikel Kesehatan-Kesehatan Mental. Diperoleh 19 Mei 2021 dari : https://Vivahealth.co.id
Detikhealth. (01 Feb 2021). Indonesia Jadi Negara dengan Kasus Aktif COVID-19 Terbanyak di Asia. Diperoleh 19 Mei 2021 dari : https://health.detik.com
Penulis : Lilya Arindah Harahap
Mahasiswa Sastra Unimed












