Arkeolog Temukan Pabrik Bir Tertua di Gurun Mesir

BBC

MEDANHEADLINES.COM – Para arkeolog di Mesir telah menemukan tempat yang boleh jadi merupakan pabrik bir tertua di dunia, dengan perkiraan umur sekitar 5.000 tahun.

Sebuah tim gabungan Mesir-Amerika Serikat menemukan tempat pembuatan bir di Abydos, sebuah wilayah kuburan kuno di gurun.

Mereka menemukan sejumlah unit berisi sekitar 40 panci yang digunakan untuk memanaskan campuran biji-bijian dan air untuk membuat bir.

Tempat pembuatan bir tersebut kemungkinan besar berasal dari era Raja Narmer, menurut Dewan Tertinggi Purbakala.

Dikatakan pihaknya meyakini penemuan itu “menjadi tempat pembuatan bir dengan tingkat produksi tinggi yang tertua di dunia”.

Raja Narmer memerintah lebih dari 5.000 tahun yang lalu. Ia mendirikan Dinasti Pertama dan dianggap telah mempersatukan Mesir.

Tempat pembuatan bir itu terdiri dari delapan area besar, masing-masing berukuran sepanjang 20 meter dan berisi sekitar 40 pot tembikar yang disusun dalam dua baris, menurut Sekretaris Jenderal Dewan Purbakala Mesir, Mostafa Waziry.

Campuran biji-bijian dan air yang digunakan untuk membuat bir dipanaskan di dalam tong, dengan setiap baskom “ditahan dengan tuas yang terbuat dari tanah liat yang ditempatkan secara vertikal dalam bentuk cincin,” katanya.

Tempat pembuatan bir “mungkin telah dibangun di tempat ini secara khusus untuk memasok ritual kerajaan yang berlangsung di dalam fasilitas pemakaman raja-raja Mesir”, menurut pernyataan Kementerian Pariwisata Mesir yang mengutip arkeolog dan wakil kepala misi, Matthew Adams, dari Universitas New York.

Bir diperkirakan diproduksi dalam skala besar, sekitar 22.400 liter.

“Bukti penggunaan bir dalam upacara pengorbanan ditemukan selama penggalian di fasilitas ini,” kata pernyataan itu.

Abydos adalah salah satu kota tertua di Mesir kuno dan memiliki banyak pemakaman dan kuil.
Daerah ini berada di selatan provinsi Sohag, di Mesir Hulu, dimana juga terletak kota Luxor, salah satu lokasi wisata paling populer di negara itu.

Awal bulan ini, sebuah misi yang bekerja di dekat Alexandria menemukan beberapa mumi dari sekitar 2.000 tahun lalu dengan lidah emas di dalam mulut mereka. (red/suara.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *