Penelitian Sebut Cara Sperma Berenang Ternyata Seperti Gerakan Bor

Sperma bergerak memutar seperti bor (YouTube/Polymaths Lab-University of Bristol)

MEDANHEADLINES.COM – Sebuah penelitian terbaru menyebutkan bahwa sperma manusia yang selama ini tampak berenang seperti belut yang bergerak-gerak ekornya dari sisi ke sisi ternyata tidak berenang secara simetris sederhana.

Dari tinjauan terbaru yang diamati melalui mikroskop tiga dimensi (3D) dan video berkecepatan tinggi menjelaskan bahwa sperma itu bergerak dengan cara memutar untuk mengimbangi ekor mereka yang hanya bergerak ke satu sisi.

Jika digambarkan, sperma bergerak dengan cara berputar seperti bor atau berang-berang.

“Ini hampir seperti jika Anda seorang perenang, tetapi Anda hanya bisa menggoyangkan kaki ke satu sisi,” kata penulis studi Hermes Gadêlha, seorang ahli matematika di University of Bristol di Inggris.

“Jika Anda melakukan ini di kolam renang dan hanya melakukan ini ke satu sisi, Anda akan selalu berenang berputar-putar,” sambungnya, dilansir Live Science.

Orang pertama yang mengamati sperma manusia dari dekat adalah Antonie van Leeuwenhoek, seorang ilmuwan Belanda yang dikenal sebagai bapak mikrobiologi.

Di bawah mikroskop 2D, terlihat jelas bahwa sperma didorong oleh ekor yang tampak bergoyang-goyang saat kepala sperma berputar.

Selama 343 tahun, inilah pemahaman tentang bagaimana sperma manusia bergerak.

“Banyak ilmuwan mengatakan bahwa kemungkinan ada elemen 3D untuk melihat bagaimana ekor sperma bergerak, tetapi hingga saat ini kami belum memiliki teknologi yang andal untuk melakukan pengukuran seperti itu,” jelas Allan Pacey, profesor andrologi di Universitas Sheffield di Inggris, yang tidak terlibat dalam studi.

Menurutnya, penelitian ini adalah langkah maju yang sangat penting dan mengatakan bahwa hal ini menjawab bagaimana sperma menembus pertahanan yang kompleks untuk menuju sel telur.

“Penting untuk dicatat bahwa dalam perjalanan mereka menuju sel telur, sperma akan berenang melalui lingkungan yang jauh lebih kompleks,” kata Pacey.

Ia menjelaskan, di dalam tubuh wanita, sperma harus berenang di saluran sempit berisi cairan yang lengket di serviks, dinding sel yang bergelombang di tubafalopi, dan mengatasi kontraksi otot serta cairan yang dikeluarkan bersama (oleh bagian atas sel yang disebut silia) ke arah yang berlawanan dengan arah tujuan sperma.

“Namun, jika mereka benar-benar mampu mengebor ke depan, sekarang saya dapat melihat secara lebih jelas bagaimana sperma dapat melewati jalur perang ini untuk mencapai sel telur dan bisa masuk ke dalamnya,” sambung Pacey. (red/suara.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *