Sumut  

Kembali Langgar Protokol Kesehatan, Kadis Koperasi Akan Tutup Pelaksanaan Pasar Murah

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Demi mendapatkan sembako murah, Ratusan warga rela berdesak-desakan di salah satu lokasi pasar murah yang digelar oleh Pemprov Sumut, Senin (19/5).

Akibatnya, Wargapun berdesak-desakan, sehingga protokol kesehatan untuk pencegahan covid-19 untuk menjaga jarak kembali dilanggar

Antrean panjang itu memang sudah terjadi sejak pagi. Kemudian, panitia mengizinkan sekitar 300 orang masuk ke dalam, sementara Yang lainnya tertahan di luar, karena mereka terlambat.

Panitia pun sudah mengumumkan jika hanya menyediakan 300 paket. Berbeda dengan yang disampaikan Dinas Koperasi dan UMKM Sumut sebanyak 600 paket per harinya.

Akibatnya, Warga yang tertahan di luar mulai marah, beberapa warga memukul gerbang.

“Tadi pukul 08.00 WIB di suruh datang, gak jadi. Terus jam 10.00 WIB disuruh datang. Rupanya udah tutup. Ini katanya besok lagi jam satu suruh datang. Ini maksudnya apa,” ungkap Lina Ginting, warga hang rumahnya hanya berjarak seraturaan meter dari gedung.

Lina pun terus mengungkapkan kekecewaannya. Dia adalah satu dari ratusan warga lain yang tertahan di luar. Apalagi dia sangat membutuhkan sembako murah itu.

“Dari Jokowi itu gak pernah aku dapat. Aku miskin. Aku tukang fotokopi. Mahasiswa gak ada. Apa mau ku makan?,” tukasnya.

Menyikapi kembalinya terjadi kerumunan di hari kedua pasar murah, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumut Ridho Haykal Amal kembali menyayangkan hal itu bisa terjadi

Dia paham masyarakat memang sangat membutuhkan. Namun harusnya dibarengi dengan upaya pencegahan COVID-19.

Dengan tegas dia mengayakan akan menutup pasar murah di Gedung Serbaguna Jalan Pancing. “Akan saya tutup, Kesehatan lebih penting,” ujar Haykal via pesan singkat.

Pihaknya juga akan mengevaluasi 3 titik pasar murah lainnya. Dia tidak ingin masyarakat yang berada di tengah kesulitan malah terciderai hak kesehatannya.

Dalam keterangan resminya, Pemprov Sumut lewat Dinas Koperasi dan UMKM akan menyalurkan 12 ribu paket sembako murah. Penjualan menggunakan sistem paket. Dalam satu paket warga bisa membeli 10 Kg beras, 1 Kg minyak goreng, 1 Kg gula pasir dan paket lainnya. Harga yang ditawarkan jauh lebih murah dari harga pasaran. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.