Wabah Covid-19, Giorgio Armani Hentikan Produksi Busana Mewah Dan Fokus Produksi APD

Giorgio Armani Produksi Hazmat. (Instagram/@giorgioarmani)

MEDANHEADLINES.COM – Di tengah krisis masker dan APD untuk para tenaga medis di rumah sakit dalam menghadapi pasien virus corona Covid-19, berbagai lapisan masyarakat di seluruh dunia bergerak bersama-sama untuk membantu mengatasi hal ini. Salah satunya adalah rumah mode Giorgio Armani, yang selama ini dikenal hanya memproduksi busana dan aksesori mewah.

Dikatakan bahwa pihaknya akan menghentikan produksi di semua pabriknya di Italia dan mulai memproduksi baju hazmat sekali pakai untuk para tenaga medis yang sedang berjuang di tengah pandemi Covid-19.

Kekurangan peralatan pelindung dan peralatan medis lainnya juga menjadi salah satu masalah terbesar yang membayangi sistem kesehatan Italia sejak mereka digempur dengan virus corona Covid-19 pada akhir Februari lalu.
“Kami ingin mendedikasikan keahlian khusus kami dengan memproduksi overall medis sekali pakai. Dengan keterampilan dan dedikasi mereka (para penjahit di rumah mode tersebut), mereka akan memberikan kontribusi nyata untuk menghadapi keadaan darurat terbesar tahun ini,” demikian pernyataan rumah mode tersebut.

Dilansir dari laman Business of Fashion, rumah mode tersebut juga telah berkontribusi ke beberapa rumah sakit di Bergamo, Piacenza dan Versilia di wilayah Tuscany, dengan total sumbangan 2 juta Euro atau Rp 35,5 miliar.

Selain Giorgio Armani, tak sedikit desainer yang mendedikasikan diri untuk menyumbangkan keahliannya di saat krisis ini. Di Indonesia, ada Anne Avanti yang menghentikan produksi kebaya mewahnya, dan mempekerjakan para penjahitnya untuk memproduksi APD yang akan disumbangkan ke rumah sakit yang membutuhkan.

Sedangkan dari Hollywood, ada Brandon Maxwell, desainer Lady Gaga, yang turut merancang sejumlah APD yang terdiri atas masker, pakaian, serta barang lainnya.(red/suara.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *