Dialog NDP Untuk Calon Ketum HMI BadkoSumut

HMI

MEDANHEADLINES.COM – Tulisan sederhana ini merupakan refleksi dari jejak pendapat yang telah bagikan oleh komunitas Bengkel NDP HMI di Medan melalui akun Facebook-nya pada 22 Juni 2018. Dalam tulisan ini saya coba akan memberikan pendapat semampunya.

Sebagaimana informasi yang berkembang, Musyawarah Daerah HimpunanMahaiswa Islam BadanKoordinasi Sumatera Utara (Musda HMI BadkoSumut) akan dilaksanakan bulanJuli 2018. Deklarasi kader-kader terbaik dari beberapa HMI Cabang yang ada dalam wilayahSumut sudah terdengar dan terlihat menyebar di akun-akunMedia Sosial Online, baik itu para pendukung-pendukungnya maupun di akun pribadi CalonKetum HMI BadkoSumut untuk periode 2018-2020.

Nuansa Musda ini memang akanterlihat politis, tapi mudah-mudahan kondisi politiknya tidak seperti kondisi politik praktis yang lagi panas-panasnya di Pemilihan Gubernur Sumatera Utara 2018 (Pilgubsu). Himpunan mahasiswa Islam (HMI) sebagai organisasi kader, organisasi yang di isi oleh kaum-kaum muda terpelajar, dan organisasi Islam tentunya akan menunjukkan etika-etika politik moral danindependen.

Maksud dari pada etika politik moral itusayamerujuk sebagaimana pendapat IbnuKhaldun dalam bukunya yang berjudul Mukaddimah. Sebagaimana pemahaman saya, inti dari pada etika politik moral adalah mengedepankan kebaikan-kebaikan untuk tujuan kepentingan bersama dalam kemaslahatan bersama dan menyampingkan atau membuang etika politik yang mengedepankan hawa nafsu dan menghalalkan segala cara untuk berkuasa dan menguasai. Lebih lanjut dapat dibaca dalam bukunya Ibnu Khaldun.

Sedangkan etika politik yang independen itumaksudnyaseperti yang telah dijelaskan dalamTafsirIndependensi HMI.Terkait masalah ini, Anda dapat membacanya dalam tafsir tersebut jika belum memahaminya, dan di antara Anda semuanya (kader-kader HMI) sudah membacanya silahkan dinterpretasikan menurut pendapat Anda masing-masing, tanpa menghilangkan nilai-nilai di dalamnya.

Perlukah Dialog NDP untukCalon-CalonKetum HMI BadkoSumut periode 2018-2020?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut yang menjadi judul tulisansederhana ini, terlebih dahulu saya mengapresiasi positif atas ide dan gagasandariPengurus Bengkel NDP HMI Medan. Ide Dialog NDP HMI yang akan diisi oleh para calon-calon menurut saya sangat konstruktif. Membangun budaya-budaya Intelektual dalam nuansa kompetitif dansuksesi. Dengan adanya dialog ini suksesi tidak lagi terlihat seperti politik praktis. Budaya-budaya intelektual tidak harus pada training dandalam diskusi-diskusi rutinitas belaka. Tapi, setiap kegiatan HMI harus diisi dengankegiatan-kegiatan keilmuan.

Selanjutnya, Dialog NDP ini kiranya harusmenjadisuatu kebudayaan setiaprapat-rapat tahunan kader HMI, agar pemahamankader-kader HMI dapat meningkat. Setiap kader-kader HMI yang hendak menjadi pemimpin di setiap level tingkatan mempersiapkan dirinya secara kualitas, dankiranya pun ukuran di HMI iniharus secara kualitas, bukan lagi dengan kuantitas. Asas kualitas terlebih dahulu dikedepankan, kemudian baru kuantitas. Pemahamaninikiranya jangan dimaksudkan dalam pola rekrutmen kader, tapi dalam memilih pemimpin atau seorangKetuaUmum HMI di setiap tingkatan.

DalamPertemuan Nasional Instruktur NDP HMI di Sawangan-Depok padabulan Mei 208,sempat terucap dari beberapaInstruktur NDP tingkat Nasional akan perlunya dibuat syarat setiap yang ingin mencalonkan sebagaiKetuaUmum mulaidari level Cabang hingga PB HMI, harus yang sudah pernah mengikutiTraining NDP. Gagasan ini muncul karena kemirisan kader-kader HMI memahami NDP danbanyak kader-kader yang tidak memahami NDP, konon lagi mengaplikasikannya dalam kehidupannya. Mirisnya pemahaman NDP danpengaplikasiannya dalam berorganisasi membuat kader-kader, terkhususnya pimpinan-pimpinan di HMI rentan terlibat dalam politik praktis. Ide dan gagasan pertemuan tersebut sangat baik, dan itu pun harus dikembalikan lagi kepadak ebijakan-kebijakansecara konstitusional.

Dialog NDP HMI menjadi sangat perlu, selain dapat menambah wawasan, akan dapat juga menarik suatu visi misi seorang calonKetum yang sesuai ideology HMI. Karena visi misi dapat disusundari duasumber, pertama dari pandangan hidup organisasi atau ideology dandari  kondisi keadaan yang sedang dialami, dihadapi danuntuk masa depan. Terkait mengenai relavansi NDP itudapat Anda baca dari berbagai tulisan-tulisanatau buku-bukutentang NDP HMI.

 

Penulis: IbnuArsib (Instruktur HMI Cabang Medan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.