SLI Untuk Generasi Cerdas Literasi

MEDANHEADLINES – Sekolah Literasi Indonesia (SLI) merupakan salah satu program Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa. Kini satu tahun kedepan diawali pada bulan Februari 2017 sampai ke bulan Januari 2018 bersama Konsultan Relawan (KAWAN) bertugas mendampinngi enam sekolah setara SD/Mi dan Mts di Kota Medan dan Deli Serdang. Febri Reviani, asal dari Bima Nusa Tenggara Barat dan Siti Kurniawati, asal Kisaran Kab. Asahan akan menyusuri Medan dan Deli Serdang.

Berawal dari assesment oleh tim Makmal Pendidikan bersama tim dari Dompet Dhuafa Waspada Medan ditentukan enam sekolah dampingan tahun pertama program SLI. Enam sekolah tersebut antara lain :

Pertama, Sekolah Mis Al Ihsan terletak di Jalan Mangaan VI Gang Prayetno Lingkungan XV Mabar Kec. Medan Deli. Sekolah yang diawali niat tulus oleh sosok perempuan tangguh ibu Suryati Amri (ketua yayasan), yang prihatin melihat anak-anak dilingkungan sekitar yang hanya bermain tanpa batas waktu, terbatas pengetahuan dan pemahaman agama yang minim. Bermula dengan mendirikan MDA sejak tahun 1989. Alhamdulillah kini sudah terbangun Ra/TK, MIS/SD dan MTs/SMP. Namun, dalam perjalananya kini MIS Al Ihsan harus berjuang memperbaiki peningkatan mutu sekolahnya guna keberlanjutan sekolah tersebut.

Kedua, Sekolah Dasar Swasta Surya Bahagia di Jalan Pertahanan No.24 Kec. Pulo Brayan. Sekolah yang di dirikan oleh Keluarga Besar ibu Rosmawarni Tanjung. Berawal melihat anak-anak masyarakat yang notabennya pekerja buruh kasar dan pedagang membuat sang anak tidak bahkan malas sekolah. Jarak tempuh sekolah yang jauh serta keadaan ekonomi keluarga yang menjadi pemikiran para orang tua disana. Namun dengan rendah hati dan keinginan tulus ibu Mawar (begitu panggilannya), beliau tampak semangat untuk tetap menghadirkan sekolah dengan penuh cinta bagi anak-anak dilingkungan sekitar. Kini sekolah yang memiliki tiga ruangan kelas yang berukuran 2×5 meter/ruangan dan satu ruang guru dengan ukuran 2×2 meter ini sekaligus dijadikan 1m x 60cm untuk toilet sekolah. Keterbatasan dana dan fasilitas tidak menyurutkan semangat beliau dan para pendidik SDS Surya Bahagia untuk terus membenahi fasilitas dan kinerja pendidik demi pengembangan mutu sekolah.

Ketiga, Sekolah Dasar Swasta Al Falah terletak di Jalan Karya Dame No. 46 Kec. Medan Barat. Salah satu sekolah yang cukup unik ini di dampingi oleh KAWAN SLI dengan kondisi  tidak memiliki lapangan untuk melakukan upcara bendera setiap senin. Namun proses upacara tetap dilakukan dengan cara menumpang sejenak di lahan kosong tepat disamping sekolah tersebut dan kegiatan rutin apel pagi untuk kegiatan muraja’ah. Keunikan sekolah ini juga dilihat dari bentuk bangunan memanjang, bertingkat dan memiliki kubah layaknya masjid. Adapun bagian-bagian ruanganya terdiri dari, lima ruang kelas, satu ruang perpustakaan mini terletak dibawah tangga, satu mushalah, dan ruang UKS yang bergabung dengan ruang guru.

Empat, Sekolah Mis Peduli Umat Waspada ini terletak di Desa Tiga Juhar Kec. STM Hulu Kab. Deli Serdang, dengan kepala sekolahnya Bapak Amal Lubis. Sekolah yang berbentuk yayasan dari Waspada bersama Dompet Dhuafa Waspada ini sudah berdiri sejak 7 tahun silam. Berada didaerah minoritas muslim dengan suku Batak Karo. Dana operasional yang digunakan berasal dari uang zakat yayasan Dompet Dhuafa Waspada Medan. Sekolah yang cukup jauh dari akses kota ini menjadi targetan Dompet Dhuafa melakukan program pendampingannya. Melihat beberapa tenaga pendidik dan banyaknya siswa yang harus menempuh jarak cukup jauh ini menjadi perhatian.

Kelima, Sekolah MTs Bintang dan ibu Rukinah kepala Sekolahnya. Sekolah MTs ini sama letaknya dengan sekolah MIS Peduli Umat Waspada yakni di Desa Tiga Juhar Kec. STM Hulu Kab. Deli Serdang. Sekolah juga memiliki kendala dan kekurangan yang sama halnya dengan MIS PUW. Namun, dengan kesabaran dan kesungguhan perempuan perkasa (ibu Rukinah) sekolah ini terus memperbaiki pembelajaran yang lebih baik. Alhamdulillah dengan peluh yang keluar begitupula Allah menjawab akan semua do’anya. Alhamdulillah tiga ruang kelas dengan satu kantor guru sudah berdiri tegar disana, namun mobiler masih belum mumpuni. Mendengar celotehan akan proses yang beliau lalui begitu bersyukurnya kita yang tinggal menikmati dan ketika kurang marahnya kesana kemari. Fasilitas terbatas, akses yang cukup jauh dari rumah para siswa/siswi serta guru menjadi hal yang beliau usahakan sampai saat ini.

Enam, Sekolah Mis Al Hidayah di Jalan Bunga Teratai No. 25 Padang Bulan Kec. Medan Selayang. Sekolah dengan letak berada di permukiman warga ini sudah berdiri sejak 18 tahun silam. Sekolah yang didirikan yayasan ini cukup bertahan dengan kesederhanaannya. Ditengah maraknya sekolah umum dengan daya tarik yang luar biasa ini menjadi tantangan tersendiri untuk sekolah ini. Beberpa tahun belakangan ini sekolah ini mengalami kemunduran jumlah siswa. Hingga angkatan kelulusan untuk tahun depan berjumlah tujuh orang saja. Namun kepala sekolah beserta dewan guru dan yayasan terus melakukan perbaikkan. Alhamdulillah kini tahun ajaran 2017/2018 jumlah siswa kelas satu melebihi dari jumlah yang mereka harapkan. Dan saat ini orang tua yang mendaftarkan anaknya memiliki pendidikan setara dengan S2. Ini menjadi energi positif untuk yayasan ini terus memperbaiki sistem dan fasilitas yang dimiliki. Dan alhamdulillah selama pendampingan yang kami lakukan sekolah ini mendapat apresiasi sebagai sekolah Adiwiyata setingkat Kecamatan dan mendapat apresiasi positif dari UPTD setempat. Dan prestasi terakhir menjadi perwakilan emat sekolah dari kecamatan Medan selayang untuk penilaian Sekolah Bestari tingkat kota Medan.

Terkait assesment dienam sekolah tersebut dinyatakan sekolah ini memerlukan pendampingan secara kacamata Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa. Dilihat dari dua sistem yakni Sistem Instruksional dan Budaya Sekolah. Dan terlihat pula bagaimana manfaat keberadaan sekolah tersebut di lingkungannya. Pandangan masyarakat mempengaruhi keberlangsungan sekolah. Dan sejauh mana sistem pembelajaran yang ada disana. Itu semua akan mempengaruhi performa sekolah di mata masyarakat tentunya. Setelah melakukan MOU dengan pihak Dinas Pendidikan, Departemen Agama, serta Yayasan dienam sekolah tersebut tim Relawan Melakukan pengukuran indeks performa sekolah dengan menggunakan MPC4SP 2.O. Dan hasil yang dikalkulasikan dienam sekolah ini memiliki kategori masalah yang harus segera ditindaklanjuti guna peningkatan performa tersebut.

Enam sekolah dengan kondisi keterbatasan dan kekurangannya ditengah-tengah jejak gemerlapnya ibu kota namun masih berjuang dengan sendirinya untuk berdiri kokoh. Enam sekolah dengan semangat juang diri pribadi untuk bisa membantu masyarakat sekitar. Enam sekolah yang berdiri guna memberikan negara ini generasi penerus namun masih dengan seadanya. Enam sekolah yang berjuang untuk bisa bermanfaat bagi orang lain. Hanya dengan mangharap ridho sang Maha, menjaga semangat juang serta tetap yakin akan kehendakNya mereka masih terus dan terus mencetak generasi perdaban emas untuk negeri tercinta.

Melalui hati-hati tulus para kepala sekolah dan yayasan ini menjadikan salah satu cerminan diri betapa banyaknya ladang yang perlu garapan tangan-tangan tulus kita. Di tengah ramainya gemercik kemewahan ibu kota masih ada mereka yang berjuang dengan tulus untuk memberikan sinar di hati-hati kecil generasi masa depan negara kita, INDONESIA.

#SalamLiterasi #SekolahLiterasiIndonesia #MakmalPendidikan #DompetDhuafa

Penulis : Kawan SLI Medan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.