Fenomena Gaya Hidup Make-Up Korea dalam Media Sosial “Youtube” sebuah Tinjauan Citra Budaya Visual

Image : Youtube

MEDANHEADLINES.COM – Pengaruh media sosial, bahkan industri hiburan Korea Selatan yakni K-Pop dan K-Drama, membawa dunia kecantikan negeri ginseng tersebut menjadi tren tersendiri di berbagai negara. Termasuk negara-negara Asia seperti Indonesia. Mulai metode perawatan kulit (skincare) ala Korea hingga gaya make-up.

PONY Syndrome adalah youtuber cantik 5,84 Juta subscribe, berasal dari Korea Selatan. Videonya berisikan proses membuat makeup versi Golden hour glow make up, matte caramel make-up, daily simple make-up, rose gold make-up, webtoon cover make-up, peach crush make-up dan sebagainya. PONY Syndrome menghadirkan konten all out. Mulai dari tatanan rambut, aksesori, outfit, nail art, bahkan sampai fose yang beliau inginkan.

Fenomena gaya hidup make-up versi Korea sangat popularitas dikalangan kaum hawa, namun, sebagian kecil laki-laki juga mengikuti tren mereka. Dampak pengaruh tersebut, terbentuk dari budaya melihat dan di lihat. kehadiran industri hiburan KorSel secara sengaja maupun tidak sengaja, dalil melihat mulai dari gambar atau foto seorang idol berkulit glowup, tekstur make-up yang sangat terlihat natural tapi sangat cantik. Dalil akan tertarik untuk menonton, memandang, mengintip, mengamati hingga menikmati konten-konten video yang berbaur gaya hidup mereka.

Deskripsi video

  1. Matte caramel make-up

Durasi video 12 menit.

PONY Syndrome memperlihatkan kepada penonton jenis produk yang akan di pakai mulai dari: serum (Got 2b), foundation (J/X Professional), consiler (Juvia’s Place), kontur wajah (Fenty Beauty), eyeshadow (Naked), eyeliner (Peripera), mascara (Iconic London), liner (Bitti), blusher (Laka), color pencil (Make Up For Ever), liptint (S2ND)  hingga proses pemilihan warna dan pembuatan matte caramel make-up.

  1. Daily simple makeup

Durasi video 7 menit

Konten video PONY Syndrome membuat makeup simple. Produk yang diperkenalkan mulai dari creme ( Dr. Orga Premium Sun Protection creme), cool through foundation (Ameli), porefection complexion pen (Lorac), nudrop gel brow perfector (holika holika), eye shadow ( M.A.C), mascara (Curly Studio),  colour pencil ( Morhpe), soft matte lipstick (3CE),  selanjutnya hingga pembuatan konsepnya.

Citra

Secara etimologis, citra merupakan terjemahan dari Image (Bahasa Inggris), Imago (Bahasa Latin) yang berarti gambaran atau kerangka yang dikirim oleh objek-objek kepada alat indera manusia sehingga membentuk persepsi di otaknya (Piliang&Jaelani, 2018:74).

Budaya visual yang dimaksud adalah adalah berkembangnya citra-citra melalui media yang menciptakan transformasi kultural, sehingga mengubah model pengetahuan, kesadaran, pengalaman, kesenangan dan fantasi tentang dunia, (Piliang & Jaelani 2018:78).

Taksonomi citra menurut Kevin Robins, into the Image, Routledge, 1996.

  • Grafik: persepsi eksternal
  • Optik: yang digambarkan
  • Persepsi: apa yang ada di otak melalui sumber eksternal
  • Mental: internal murni
  • Verbal: apa yang ada di otak melalui sumber verbal

Grafis

Dalam konten video youtuber PONY Syndrome penggunaan grafis hanya di awal video. Grafis berupa warna putih polos lukisan sederhana untuk awal video “PONY SYNDROM”,  gambar berbentuk bulan sabit warna lilac. Grafis ini juga di dilukis sebagai tato kecil mendekati ibu jari youtuber tersebut, segingga terlihat manis.  Makna dari grafis tersebut merupakan simbol PONY.

Optik

Bagaimana citra terlihat di cermin. PONY Syndrome bukan hanya mempresentasikan konsep makeup yang ia buat. Dia juga belajar mengembangkan kemampuan makeup-nya dan mengajarkan kembali dengan membuat review dan tutorial kepada khalayak. PONY memiliki karakter yang optimis dan pekerja keras melalui bakat-bakat yang ia kembangkan yang dulunya makeup artist (MUA), kini menjadi pemilik nama asli Park Hye Min merupakan salah satu vlogger dan youtuber kecantikan dan tersukses. Khalayak dibidik oleh PONY para milenials yang aktif menonton youtube.

Persepsi

Bagaimana otak manusia mempersepsi citra melalui sumber eksternal. Sumber eksternal yang dimaksud adalah media, baik media konvensional maupun media baru. Setelah melewati tahapan grafis dan optik, kemudian masuklah pada tahapan persepsi. PONY Syndrome dipersepsikan yang dulunya seorang makeup artist, kini banting setir ,mengikuti passionnya menjadi beauty vlogger. Pony mulai mempraktikkan bakatnya dalam merias wajah mulai duduk di bangku SMA. Sejak kecil PONY juga sangat suka menggambar, dan dia juga memutuskan kuliah di jurusan desain grafis. Namun ketika dia terjun ke dunia kecantikan, ia merasa senang lantaran bisa berkomunikasi dan mendapatkan feedback positif dari orang banyak karena riasan wajahnya. Karena hal itu, dia akhirnya banting setir menjadi seorang MUA dan baeuty influencer. PONY pun dipercaya menjadi MUA salah satu penyanyi papan atas Korea Selatan, Cl eks ‘2NE1’. PONY kemudian membuat kanal youtube pribadi yang sukses menarik perhatian banyak orang hingga ia pun memiliki penggemar dari berbagai negara karena kemampuan yang dimilikinya. Kini kanal youtube PONY telah memiliki lebih 5 juta pengikut dari berbagai negara. Manfaat pengaruh ini kepada penonton agar meningkatkan penggemar untuk menonton kontenya dan dapat mempengaruhi para fansnya pembelian produk-produk korea.

Mental

Dalam mental, yang paling berperan adalah posisi otak sebagai pengambil keputusan internal. Mental individu (penonton atau penggemar PONY) tentu sangat dipengaruhi oleh kondisi pribadi masing-masing. Target khalayak yang dibidik oleh youtuber tersebut, merupakan kaum hawa yang memiliki gaya hidup aktif dalam media sosial.  Dalam aspek mental otak dalam pengambilan keputusan, sehingga dapat mempengaruhi keputusan dalam subciber.

Verbal

Tahap verbal sangat dipeharuhi oleh pesan verbal ekstrenal. Melalui konten-konten PONY. Bisa dilihat dari deskripsi video di atas. Terlalu banyak pesan yang diucapkannya kepada penonton baik dalam pembuatan konsep, pemilihan warna harus sesuai dengan kulit, pemilihan produk. Citra yang dihasilkan oleh PONY merupakan citra yang positif untuk para penonton atau penggemar. Tampilan grafis sederhana, lighting yang menarik, background yang sederhana namun rapi, busana dan tata rias yang menarik.

 

Penulis : Gusni Hutabarat.

Mahasiswa UNIMED.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.