Musda KAHMI Medan, Berubah Atau Terlindas

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Ada yang berbeda dalam Musyawarah Daerah (Musda) KAHMI Medan tahun ini, Tak seperti periode-periode sebelumnya, Nuansa persaingan dalam memperebutkan kursi kepemimpinan para Alumni HMI yang digelar di Asrama Haji pada tanggal 9-10 April 2021 itu terasa begitu menarik untuk diikuti

Ada 5 kandidat yang bertarung saling menyampaikan visi dan misinya, Tak hanya itu, beragam cara dilakukan oleh para pendukung untuk mempromosikan para calonnya.

Hal itulah yang disampaikan Fuad Ginting, Akademisi Muda yang juga merupakan Alumni HMI dari Komisariat FISIP USU.

Pria yang juga berprofesi sebagai dosen di Universitas Medan Area Itu menyebut persaingan yang terjadi antar kandidat merupakan hal yang positif karena meningkatkan Ghiroh para Alumni HMI untuk kembali melirik organisasi berdiri sejak tahun 1966 itu.

” Persaingan jangan dianggap sebagai hal negatif, Karena dengan semakin tingginya tensi dalam perebutan kursi ini maka para alumni HMI yang selama ini menyebar kini bisa berkumpul lagi, bisa saling bersilaturahmi, di KAHMI persaingan yang terjadi sebatas pertarungan gagasan dan ide untuk menjadikan organisasi menjadi lebih baik,” Pungkasnya.

Mantan Kabid PTKP Komisariat FISIP USU itu juga menilai, Dengan munculnya kembali Ghiroh ini maka diharapkan lahirlah pemimpin yang memang pantas menahkodai jalannya organisasi.

” KAHMI Ini organisasi besar, Maka dari itu KAHMI harus bisa berkolaborasi dengan steakholder yang ada, bukan hanya memprioritaskan internal saja tetapi harus bisa memberikan potensi yang dimiliki kadernya untuk masyarakat secara luas, menjadi Pemberi masukan sekaligus kontrol terhadap pemerintahan, ” Tegasnya.

Pria yang juga pernah menjadi pengurus KAHMI Sumut itu juga mengkritik masih Lambatnya perubahan yang terjadi saat ini di KAHMI. Menurutnya, salah satu penyebabnya adalah kurangnya fokus organisasi dan belum berjalannya proses regenerasi.

” KAHMI jangan terjebak dengan permasalahan-permasalahan klasik yang tidak membangun serta nama besar para tokoh-tokoh alumni senior, Jika ini masih terus dilakukan, Maka KAHMI kedepan hanyalah organisasi yang jalan ditempat, Saat ini dibutuhkan sosok yang menguasai teknologi serta jiwa enterpreunership yang kuat sehingga KAHMI juga bisa memberi Solusi ditengah Pandemi,” Tegasnya

Untuk itu, Fuad berharap, Pemimpin KAHMI Medan nantinya mampu berkolaboarsi dengan kelompok-kelompok alumni muda lainya agar dapat memberikan inovasi-inovasi baik dibidang politik, Ekonomi maupun teknologi di tubuh organisasi.

” Pemuda harus diberi kesempatan untuk bergerak dan diberi kepercayaan, Saat ini KAHMI harus segera berubah dan mengikuti zamannya, Jangan malah jadi tergilas,” Tutupnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.