Diduga Cabuli Remaja 16 Tahun, Pria Beristri Dilaporkan Ke Polisi

MEDANHEADLINES.COM -Diduga melakukan perbuatan tak senonoh kepada Bunga, Ayah dan Ibunya Yaitu DP dan ARS melaporkan TM (58) ke Polres Tapanuli Tengah, Sumatra Utara.

Laporan itu dibuktikan melalui surat laporan Polisi nomor LP/B/184/V/2022/SPKT/RES Tapteng/Poldasu, tanggal 31 Mei 2022.

TM yang diketahui sudah memiliki istri itu diduga telah melakukan cabul dan kekerasan terhadap Bunga (16).

“Semoga laporan cepat diproses dan TM dihukum atas perbuatannya,” kata DP didampingi suaminya ARS, Kamis (9/6/2022).

DP bercerita, dugaan perbuatan cabul dan kekerasan yang diduga dilakukan TM terhadap putrinya terungkap pada Minggu (29/5/2022).

Saat itu Bunga diketahui pamit hendak pergi ke rumah neneknya.

“Sekitar pukul 22:00 WIB putri saya (Bunga) pamit mau pergi ke rumah neneknya untuk menumpang kamar mandi,” kata DP.

Dikatakan DP kecurigaan pun timbul saat putrinya tak kunjung pulang. Padahal jarak rumah mereka ke tempat neneknya Bunga hanya 50 meter.

“Jadi kusuruhlah kakaknya sama adeknya mencari, tapi tidak ketemu saat itu. Tak berselang lama, tiba-tiba dia (korban) berlari kearah rumah dari arah tempat yang gelap-gelap,” ungkap DP.

Melihat tingkah Bunga yang mencurigakan, DP pun menanyai apa yang telah terjadi.”Saya marah, saya tanya dia darimana, ngapain dari tempat gelap-gelap, tapi tidak dijawab” jelas DP.

“Jadi saya suruh kakaknya untuk melihat ke arah asal tempat korban berlari, dan disitulah terlihat si TM itu sudah tiarap nampak ketakutan di samping kandang babi, jadi teriaklah anak sulung saya itu ini dia orangnya, jadi kami lihatlah kesitu, si TM pun langsung pergi,” tambahnya.

Dikatakan DP, beranjak dari kecurigaan itu, iapun menanyai Bunga kenapa bisa bersama dengan TM di dekat kandang babi tersebut.

“Mengakulah putri saya kalo dia dicegat sama TM waktu dijalan hendak menuju rumah neneknya, dan putri saya dibawa dekat kandang babi itu dan disanalah TM mencabuli korban,” jelas DP sembari meneteskan air mata mengisahkan musibah yang dialami putrinya itu.

Dan yang lebih tragisnya, sambung DP, putrinya juga mengaku bahwa peristiwa itu bukan yang pertama kali dialami korban.

TM diduga telah melakukan cabul dan kekerasan terhadap Bunga hingga beberapa kali.

“Waktu dia (korban,red) cerita, perlakuan cabul yang dilakukan TM kepadanya sudah ada sekitar 10 kali, itu dilakukan TM sejak bulan April lalu. Bahkan, yang paling tak bisa kubayangkan, saat TM hendak melancarkan aksi maksiatnya itu, putri saya beberapa kali mengaku tangannya di ikat oleh TM ke belakang,” ungkap DP

“Sadis kalilah musibah yang menimpa kami ini,” kata DP menambahkan.
Dikatakan DP, tak hanya dugaan cabul dan kekerasan yang didapat Bunga dari TM. Putrinyaa juga mengaku diancam akan dibunuh apabila memberitahu peristiwa itu kepada orang lain.

Alasan lain tertutupnya aib itu, kata DP disebabkan faktor lain. Putrinya disebut mengalami gangguan mental.

“Gimanalah kami bilang ini, putri kami ini pun kurang sehat, ada kayak gangguan mental. Sejak kelas 4 SD dia sudah berhenti sekolah gara-gara sakitnya ini, sakitnya bukan bawaan lahir memang. Makanya sampai sekarang kami rutin berobat, tapi saat kami berjuang demi kesembuhan putri kami ini malah ada musibah yang menimpanya seperti ini,” kata DP.
Sementara, Kapolres Tapteng AKBP Jimmy Christian Samma melalui Kasi Humas Polres Tapteng AKP H. Gurning saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut.

“Benar sudah diterima, sedang dalam penyelidikan ini,” kata Gurning.(hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.