MEDANHEADLINES.COM – Bupati Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, Bakhtiar Ahmad Sibarani geram namanya dicatut dalam sebuah kaos oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.
Pencatutan nama BADAR dalam sebuah kaos merupakan jargon pasangan Bakhtiar-Darwin pada saat mencalon Bupati dan Wakil Bupati Tapteng 5 tahun lalu.
“Hari ini saya mendapat laporan, ada orang yang mengutip-ngutip uang dengan menjual nama saya. Uang yang dikutip itu katanya untuk biaya kaos BADAR. Melalui kesempatan ini saya tegaskan, saya tidak pernah menyuruh orang-orang untuk melakukan hal itu,” kata Bakhtiar usai acara penyerahan SK CPNS dan SK PPPK Pemkab Tapanuli Tengah Tahun 2021 di Gedung Serbaguna Pandan, Rabu (27/4/2022)
Menurut Bakhtiar, jikapun ia dan pasangannya Darwin berkeinginan kembali maju menjadi calon Bupati dan Wakil Bupati Tapteng, tidak perlu memakai uang orang lain, apalagi dengan cara menyusahkan, cukup dengan uang mereka saja, Bakhtiar-Darwin (BADAR).
“Ini sudah berkelebihan namanya menjual-jual nama kami untuk kepentingan pribadinya. Nanti kalau dilaporkan ke Polisi dan ditangkap, dibilang kami kejam kali. Untuk itu, kami tegaskan kepada masyarakat, agar jangan percaya dan jangan mau tertipu dengan gaya-gaya tersebut,” jelasnya.
Bakhtiar pun mengaku pernah didatangi orang, menemuinya ke rumah dinas dan ke kantor Bupati. Kemudian, orang tersebut mengajaknya berfoto bersama.
Sebagai seorang Kepala Daerah, wajar jika dia melayaninya. Tetapi justru momen tersebut digunakan untuk mengutip uang kepada orang-orang dengan cara memanfaatkan foto tersebut.
“Sekali lagi kami pastikan, kami tidak pernah menyuruh orang untuk mengutip uang untuk pembuatan kaus BADAR,” tegas Bupati dengan nada geram.
Selain itu, mantan Ketua DPRD Tapteng ini juga mengisahkan hal yang sama. Saat itu pernah ada oknum Kepala Dinas ketahuan meminta uang dengan dalih bisa memasukan honor ke Pemkab Tapteng.
“Setelah dapat laporan Kadis tersebut saya copot dari jabatannya. Di masa saya, itu tidak bisa terjadi, karena kami sayang dan cinta dengan masyarakat Tapanuli Tengah ini,” pungkasnya.
Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan pesan kepada sejumlah CPNS dan PPPK yang baru menerima SK.
Bupati menegaskan jangan sampai ada yang meminta uang satu rupiah pun kepada para CPNS dan PPPK dengan dalih uang SK dan uang sebagainya.
“Sudah saya berikan tadi nomor telepon saya kepada para CPNS dan PPPK. Jika ada yang meminta uang kepada mereka untuk pengurusan SK dan lain sebagainya, supaya langsung dilaporkan ke saya, dan saya akan laporkan langsung ke Polisi, biar ditangkap orangnya,” ungkapnya.
“Sekali lagi saya tegaskan, yang menjual-jual nama saya untuk kaus BADAR, itu adalah bohong. Itu sudah jelas untuk kepentingan mereka, karena pemilihan Bupati Tapanuli Tengah baru tahun 2024. Masyarakat jangan percaya dan jangan mau tertipu,” tegasnya.












