MEDANHEADLINES.COM, Medan – Belakangan ini viral di media sosial kejadian kejadian internal polri yang menunjukkan kegagalan Kapolda Sumut dan juga Kapolrestabes Medan dalam menjalankan tugas nya.
Dari beberapa kejadian itu, Bem Nusantara melihat jauh dari harapan mewujudkan polri yang humanis dan polri presisi
Hal Ini perlu dievaluasi, Karena dalam tubuh polri sendiri pembinaan terhadap anggota polri harus lebih di tingkatkan karena penting dalam pelayanan polri kepada masyarakat.
Di tambah lagi penyelesaian yang tidak jelas dalam kasus besar di Sumatera Utara yang menunjukkan kegagalan dari pimpinan Polri daerah Sumatera Utara seperti Kasus narkoba di tj balai yang Di duga melibatkan 6 oknum anggota Polri, Kasus kasat reskrim sergai yg diduga selingkuh, Kasus polsek kutalimbaru yang diduga oknum penyidiknya meniduri istri tersangka serta masih banyak kasus lainnya.
Kepala Harus Bertanggung Jawab
Dedek arif wibowo Kordinator Daerah BEM Nusantara Sumatera Utara mengatakan, banyaknya peristiwa ini merupakan Bentuk kegagalan yang dilakukan oleh Kapolda Sumut dalam memimpin Polda Sumut dan kegagalan kapolrestabes Medan dalam menjaga kondusifitas di kota Medan
Menurun nya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polda Sumut harusnya juga di jadikan Kapolri untuk mengevaluasi Pimpinan yang bertanggung jawab di wilayah Sumatra Utara dan Polrestabes Medan,
” Kita juga tidak mau polri sebagai Mitra masyarakat tidak mendapat kan kepercayaan masyarakat itu sendiri dikarenakan ulah dari para anggota polri dan pimpinan nya yang tidak mampu menjaga kondusifitas di wilayah hukum nya, ya kita berharap beberapa kejadian ini bisa di jadikan evaluasi Kapolri kepada Kapolda Sumut dan Kapolrestabes Medan bila perlu dilakukan penyegaran organisasi di tubuh Polda Sumut,” Tegasnya. (red)












