MEDANHEADLINES.COM, Medan – Satuan Pelajar dan Mahasiswa (Sapma) Barisan Pemuda Nusantara (Bapera) Sumatera Utara mengecam segala tindak arogansi jalanan yang membuat kericuhan di tengah masyarakat.
Demikian kecaman itu disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjend) Sapma Bapera Sumut, Marganda Siregar, Minggu (21/2).
“Ketika ada anggota yang melakukan kesalahan membuat keonaran di tengah masyarakat maka Sapma Bapera Sumut akan mengambil langkah tegas memberikan sanksi,” katanya.
Menurutnya, Sapma Bapera Sumut merupakan organisasi yang diisi para kader intelktual. Karena dibentuknya Sapma Bapera Sumut untuk menjalankan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 serta menjadi agen of change social of control di tengah masyarakat.
“Sehingga, kami (Sapma Bapera Sumut-red) dalam menjalankan roda organisasi tidak hanya menggunakan otot tetapi otak. Artinya, kami dalam berorganisasi tetap dalam koridor menjaga kondisi kamtibmas tetap kondusif,” tuturnya.
Marganda juga meluruskan sekaligus memberikan klarifikasi soal puluhan pemuda atau geng motor berbuat kericuhan yang diamankan Polsek Medan Area dari Kantor Sapma Bapera Sumut di Jalan AR Hakim.
“Para pemuda atau geng motor yang diamankan Polsek Medan Area itu bukanlah anggota ataupun kader Sapma Bapera Sumut,” bebernya.
Lebih lanjut tentang turut diamankan Habib Ghofar yang disebut sebagai koordinator dan Ketua Sapma Bapera Kota Medan, Marganda menegaskan sekaligus memastikan Habib Ghofar sudah tidak terdaftar sebagai kader maupun pengurus Sapma Bapera Sumut.
Namun begitu, Margada menuturkan bahwa Habib Ghofar memang mantan ketua geng motor. Akan tetapuli semenjak masuk dalam kepengurusan Sapma Bapera Sumut sudah tidak aktif. Sehingga musuh-musuh yang dahulu masih bersebrangan menganggap bahwa geng motor yang dipimpin Habib dinaungin oleh Sapma Bapera Sumut.
“Saya tegaskan Sapma Bapera Sumut sendiri tidak pernah membentuk geng motor. Sebab, kami juga tidak mau ada namanya geng motor masuk di dalam kepengurusan Sapma Bapera Sumut,” pungkasnya.(raj)












