DPO 3 Bulan, Pelaku Pembakaran Paman di Gunung Meriah Diringkus Polisi

MEDANHEADLINES.COM, Deliserdang – Petugas kepolisian meringkus pelaku pembakaran terhadap seorang pria bernama Ngasil Tarigan (69) yang terjadi di Desa Simempar, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Deli Serdang pada (10/10/ 2020) yang lalu

Pelaku yang berinisial JS itu adalah keponakan korban. Ia tega Membunuh pamannya sendiri karena permasalahan tanah.

” Pelaku ditangkap di Kabupaten Dairi pada, Jum’at (22/1),” Jelas Wakapolresta Deliserdang AKBP Julianto Sirait, Senin (25/1)

Dijlekaskan Julianto, Peristiwa itu terjadi berawal dari pembagian tanah leluhur di Gunung Starge kepada 24 warga Desa Simempar.Korban tak ingin tanah leluhurnya itu dibangun perumahan dan pembibitan bawang sehingga terjadilah perselisihan.

Meski Sempat dirembukkan oleh pihak keluarga pada Selasa 8 Oktober 2020, namun belum juga ditemukan solusi.
Sehari kemudian, tepatnya pada Rabu 9 Oktober 2020 sekira pukul 19.30, JS mendatangi korban ke gubuknya untuk menindak lanjuti keputusan terhadap tanah yang bersengketa.

 

“ Dalam pembicraan tersebut JS menanyakan bagaimana kelanjutan tanah tersebut, dengan suara keras sehingga korban tersinggung. Setelah itu terjadilah perkelahiah antara korban dan JS di dekat gubuk,” ujar Julianto

Saat perkelahian JS memukul kepada korban sebanyak 3 kali. JS juga membenturkan kepala korban dengan batu sebanyak 3 kali sehingga kepalanya terluka

Pelaku kemudian meninggalkan korban yang sudah tak berdaya didalam gubuk. Ternyata korban sebelum bertikai dengan pelaku sempat menyalakan bara api untuk menghangatkan badan. Api kemudian membakar gubuk dan korban yang sudah tak berdaya tersebut

Esok harinya korban ditemukan dalam keadaan gosong berada di dialam gubuk yang terbakar.

” Polisi kemudian menyelidiki kasus ini dan meduga pelakunya JS, Namun saat diburu pelaku sudah melarikan diri,” Jelasnya.

Didalam pelariannya, JS sering berpindah tempat, Bahkan sebelum ditangkap, Pelaku sempat berada di Aceh selama 2 bulan

“ Atas perbuatanya korban dijerat dengan pasal 338 dan atau pasal 351 ayat (3) dari KUHPidana dengan Ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” Pungkasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *