Wamendag : Sumut Penyumbang Ekspor Nonmigas Terbesar Kesembilan Nasional

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Sumatra Utara sudah menjadi salah satu kontributor ekspor nonmigas penting bagi Indonesia setelah provinsi ini mampu tampil sebagai penyumbang terbesar kesembilan secara nasional sepanjang 2019.

Hal itu diungkapkan Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga saat melepas secara simbolis ekspor dua komoditas unggulan asal Sumut di Komplek MMTC Blok D Nomor 99, Jl. Pancing, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, Sabtu (7/11).

Adapun dua komoditas yang dilepas adalah sarang burung walet dengan nilai ekspor sebesar Rp24,29 miliar dan produk turunan singkong berupa keripik senilai Rp3 miliar. Sarang walet dikirim oleh PT Ori Ginalnest Indonesja, sedangkan keripik singkong merupakan barang kiriman PT Alpha Gemilang Sejahtera.

“Pada tahun 2019, Sumatea Utara menduduki peringkat kesembilan sebagai provinsi yang memberikan kontribusi ekspor nonmigas dengan total nilai sebesar US$7,28 miliar, atau 4,73% dari total ekspor nonmigas Indonesia,” ungkap Wamen Jerry.

 

Dia memaparkan, secara umum kinerja neraca perdagangan Indonesia tergolong sangat baik karena pada perkembangan terkini berhasil membukukan surplus hingga US$13,5 miliar. Kontribusi ekspor nonmigas pun menjadi semakin penting setelah mencatatkan nilai hingga US$111, 25 miliar untuk periode Januari hingga September 2020.

Khusus untuk Sumut, jika dilihat dari data ekspor pada periode Januari-Agustus 2020, kinerja ekspor nonmigas provinsi ini juga mengalami kenaikan. Yakni sebesar 0,40% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, atau dari US$4,89 miliar menjadi US$4,91 miliar.

Untuk terus mendorong capaian ini, lanjut Jerry, Pemerintah saat ini tengah gencar menjaga dan meningkatkan ekspor. Peningkatan ekspor tidak boleh terhenti karena pandemi.

Berbagai perjanjian perdagangan secara bilateral maupun multilateral dijalin sebagai salah satu cara untuk memberikan keunggulan kompetitif bagi produk-produk Indonesia.

Salah satu hasil dari perjanjian-perjanjian perdagangan tersebut adalah manfaat yang didapat eksportir dari kepemilikan Surat Keterangan Asal (SKA).

Pada kesempatan itu, selain melepas ekspor, Wamen Jerry juga memberikan SKA kepada PT Ori Ginalnest Indonesia dan PT Alpha Gemilang Sejahtera. SKA diterbitkan agar produk dikirim dikenali berasal dari Indonesia.

Dengan kepemilikan SKA, kedua perusahaan tersebut juga akan mendapatkan pemotongan tarif ekspor hingga nol persen.

“Dengan begitu, harganya bisa ditekan dan bisa bersaing,” imbuh Jerry.

SKA adalah pernyataan resmi dari Pemerintah Indonesia mengenai asal sebuah produk ekspor. SKA merupakan salah satu instrumen yang dihasilkan oleh perjanjian perdagangan yang dilakukan oleh Kementerian Perdagangan bersama kementerian dan lembaga lain.

Negara tujuan ekspor akan mengenali asal produk dari SKA tersebut dan memberikan pemotongan tarif hingga nol persen sesuai dengan perjanjian yang telah ditandatangani dengan Indonesia.

Keripik Ekspor

Pada kesempatan itu, Wamendag juga mengapresiasi kinerja UMKM Sumut di bawah naungan PT Alpha Gemilang Sejahtera yang mampu mengekspor 20 ton keripik singkong ke Korea Selatan secara rutin sampai dengan tiga kali dalam sebulan.

Menurut dia, ini menjadi bukti masih luasnya potensi dan keragaman komoditas dan produk ekspor Indonesia. “Jika digarap serius, saya yakin semua komoditas dan produk kita bisa diekspor, termasuk singkong,” ujarnya.

Tinggal bagaimana para pelaku UMKM memiliki keseriusan dan kreatifitas menjalankan usahanya. Untuk itu dia mengajak seluruh pelaku UMKM, khususnya di Sumut, untuk terus menggali potensi ekspor yang ada.

Dia memastikan kementeriannya akan mendukung dengan berbagai perangkat dan program-program yang dimiliki agar muncul produk-produk alternatif dalam perdagangan dan ekspor.

Dari sisi struktur organisasi, Kemendag memiliki beberapa bagian yang berwenang, terutama Direktorat Bina Usaha pada Ditjen Peningkatan Ekspor Nasional. Kemudian untuk mendorong pemasarannya ke dunia internasional Kemendag juga mempunyai atase perdagangan di berbagai negara
[17:17, 11/7/2020] Ocep Pencawan: Begitu juga dengan ITPC dan FTA Centre yang selalu siap memberikan pendampingan dan fasilitas kepada para pelaku UMKM nasional untuk “Go International”.

Ujiana Sianturi, Direktur Utama PT Alpha Gemilang Sejahtera, mengungkapkan saat ini pasokan bahan baku terbesar untuk produksi keripik singkong di Sumut, termasuk untuk perusahaannya, berasal dari Kecamatan Pancur Baru, Deliserdang. Bukan hanya keripik, PT Alpha juga mengolah singkong menjadi produk panganan yang akrab disebut opak.

Para pelaku UMKM di bawah naungan perusahaannya juga bahkan mampu memproduksi opak hingga 100 ton per hari yang dipasarkan ke berbagai daerah di Tanah Air.

Gubernur Sumut Edy berharap sinergi antara pemerintah pusat dengan daerah dapat terus ditingkatkan, terlebih daerahnya memiliki produk ekspor nonmigas yang beragam.

Terkait dengan produksi keripik singkong, dia memastikan Pemprov Sumut akan menyediakan lahan budi daya untuk memenuhi kebutuhan pasokan bahan baku para pelaku UMKM.

Selain itu, di sela-sela kegiatan tersebut Edy juga telah menginstruksikan Kepala Dinas Perdagangan Sumut Riadil Akhir Lubis untuk menaikkan besaran bantuan permodalan pelaku UMKM di bawah naungan PT Alpha menjadi sebesar Rp1 juta.

Dia pun meminta kepada para pelaku UMKM di provinsinya untuk melengkapi berbagai persyaratan administrasi yang diminta dalam penyaluran bantuan UMKM dari pemerintah pusat sebesar Rp2,4 juta.

Itu karena hingga kini baru sebanyak 300 ribu UMKM di Sumut mendapatkan bantuan pusat dari total jumlah UMKM di provinsinya yang tercatat sekitar dua juta pelaku. (yospen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *