Polisi Ringkus Pelaku Penipuan Modus Beli Sepeda Motor

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Aparat kepolisian berhasil meringkus tersangka penipuan dengan berpura-pura membeli sepeda motor korbannya

Penipuan itu bermula ketika korban Indri Andrianti (44) warga Jalan Brigjen Katamso, Gang Indra, Kecamatan Medan Maimun sepeda motornya yang akan dijual melalui media sosial anaknya.

Tak lama kemudian, Tersangka yang bernama Andika (26) warga Jalan Perwira I Gang Amal Kecamatan Medan Deli melihat iklan yang diunggah anak Indri yaitu Reza.

Melihat hal itu, Tersangka kemudian melakukan percakapan lewat Facebook. terhadap anak korban dan berjanji akan mendatangi rumah korban untuk membeli motor yang akan dijual

Setelah tiba, Tersangka menunjukan plastik hitam yang diikat karet (seperti uang), lalu ia menyuruh korban mengeluarkan sepeda motor yang mau dijual itu beserta STNK dan BPKB

Setelah STNK dan BPKB diberikan, Tersangka memasukannya kedalam jok dan menyerahkan plastik hitam tersebut ke pada korban

tersangka lalu berpura-pura mencoba sepeda motor itu, Namun, setelah mesin motor hidup, Pelaku melarikan diri.
Melihat tersangka kabur, korban berusaha berteriak maling, namun tersangka tak bisa dikejar lagi.

Setelah itu, Indri melihat isi plastik itu yang ternyata hanya kertas putih biasa berjumlah 104 lembar. Merasa tertipu, ia pun melaporkan kepada Polsek Medan Kota.

Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, IPTU Ainul Yaqin mengatakan, korban yang melaporkan kejadian langsung diproses petugas dan setelah menerima laporan petugas melakukan pengejaran.

“Petugas langsung melakukan penyelidikan terkait laporan dari korban,” kata IPTU Ainul, Selasa (28/7).

Petugas yang mendapat informasi, pelaku ada di kawasan Medan Barat, langsung menuju lokasi untuk menangkap pelaku.

“Dibantu masyarakat, tersangka diamankan pada Senin (27/7) dan selain tersangka, polisi juga menyita barang bukti 104 lembar kertas putih,” sambungnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku baru sekali melakukan aksinya dengan modus penipuan seperti ini.

“Masih kita dalami, dugaan pelaku sudah lebih satu kali beraksi. Kita masih menunggu laporan masyarakat lainnya,” Pungkasnya (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *