Peneliti Ungkap Golongan Darah A Berisiko Lebih Parah Jika Terkena Covid-19

Ilustrasi golongan darah. (Pixabay/200 Degrees)

MEDANHEADLINES.COM – Sebuah Penelitian mengungkapkan Orang dengan golongan darah A mungkin lebih berisiko mengalami gejala dan sakit yang lebih serius karena virus corona.

Dilansir dari Telegraph, sebuah studi yang disusun oleh para peneliti di Jerman dan Norwegia menunjukkan, bahwa orang dengan golongan darah tertentu mungkin lebih rentan terhadap penyakit.

Para peneliti menemukan dua poin dalam genom manusia yang dikaitkan dengan peningkatan risiko kegagalan pernapasan pada pasien dengan Covid-19. Salah satu poinnya adalah gen yang menentukan golongan darah.

“Orang dengan golongan darah A dikaitkan dengan peningkatan 50 persen dalam kemungkinan bahwa pasien akan membutuhkan oksigen atau menggunakan ventilator,” kata para peneliti.
Andre Franke, profesor kedokteran molekuler di Universitas Kiel yang merupakan penulis utama studi tersebut mengatakan kesimpulan penelitian belum pasti.

“Kami belum bisa menguraikan apakah sebenarnya golongan darah itu risiko atau beberapa varian genetik yang terkait dengan golongan darah,” kata Franke.

“Menggunakan golongan darah sebagai proksi, kami memperkirakan perlindungan (dari virus) 50 persen lebih tinggi pada golongan darah O dan risiko 50 persen lebih parah ada pada mereka yang bergolongan darah A,” kata Prof Franke.

Para peneliti mengambil sampel darah dari 1.610 pasien di rumah sakit Italia dan Spanyol yang membutuhkan oksigen atau harus menggunakan ventilator. Mereka mengekstraksi DNA dan memindainya menggunakan teknik yang disebut genotyping.
Peneliti kemudian membandingkan temuan ini dengan 2.205 donor darah yang tidak memiliki Covid-19.

Mereka kemudian melihat DNA pasien Covid-19 untuk menentukan kemungkinan mereka memiliki kode genetik yang sama.

Sebelumnya, studi terpisah dari China dan Amerika Serikat juga menunjukkan bahwa orang dengan golongan darah A lebih rentan terhadap penyakit daripada orang-orang dengan tipe O.

Selain itu, selama epidemi Sars tahun 2002 hingga 2003, para peneliti juga menemukan bahwa mereka yang memiliki golongan darah A lebih mungkin untuk tertular Sars.(red/suara.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *