Sumut  

Hasil Swab test Anak PDP Hilang, Ombudsman RI : Kinerja Ceroboh

Kepala Perwakilan Ombudsman Sumut Abiyadi Siregar

MEDANHEADINES.COM, Medan – Kepala Ombudsman RI (ORI) Perwakilan Sumatera Utara (Sumut), Abyadi Siregar Angkat bicara terkait hilangnya sampel atau specimen untuk swab test seorang anak PDP yang dirawat di RS Pirngadi Medan.

Hal ini mengakibatkan tak keluarnya hasil tes swab anak tersebut tak kunjung keluar, Padahal specimen anak itu sudah diambil pada 8 Mei 2020. Tapi hingga saat ini, hasil pemeriksaan swab yang kedua, belum juga keluar.

Hal itu menyebabkan kondisi anak berumur 12 tahun, tidak mendapatkan kepastian layanan yang jelas. Anak itu juga tidak mengetahui sampai kapan dirinya harus menjalani isolasi di rumah sakit. Padahal, sudah dirawat di rumah sakit sejak 4 Mei lalu.

” Setelah kami menerima laporan, kami melakukan penelusuran dan berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk dengan pihak laboratorium RS USU dan pihak RS Pirngadi Medan. Dari hasil penelusuran itu, kita menerima keterangan bahwa sampel atau specimen anak itu ternyata hilang. Mereka tidak mengetahui kemana barangnya,” ungkap Abyadi

Untuk mengganti specimen yang hilang itu, akhirnya memang telah dilakukan pengambilan specimen baru kembali terhadap anak tersebut.

“Karena sampelnya hilang, maka sudah dilakukan pengambilan specimen kembali pada 27 Mei 2020. Menurut penjelasan kepada kita di Kantor Ombudsman, hasilnya akan diketahui tiga hari setelah pengambilan specimen,” katanya

Ia juga menyayangkan hilangnya specimen tersebut, dan hal ini menunjukan bahwa layanan kesehatan terhadap pasien Covid masih buruk

“Kita menduga, kalau saja hal ini tidak ditelusuri dan tidak dibongkar, jangan jangan belum diketahui sampai kapan anak itu menjalani isolasi di rumah sakit. ini kerja yang sangat ceroboh. Kasihan masyarakat akibat layanan kesehatan yang buruk seperti itu,” tegas Abyadi.

Berdasarkan temuan ini, Abyadi menjadi curiga, jangan jangan kasus seperti ini tidak hanya dialami satu orang. Tapi bisa dirasakan banyak pasien. Menunggu hasil swab tes yang tidak jelas kapan keluarnya akibat hilang specimennya.

Untuk itu, Abyadi meminta Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut agar segera melakukan evaluasi kinerja. Perbaiki sistem komunikasi dan koordinasi antar internal dan eksternal. Perbaiki penanganan layanan kesehatan dan perbaiki juga layanan penyaluran bantuan kesejahteraan sosial.
Abyadi meminta Gubernur Sumut agar bersungguh-sungguh meningkatkan peran pengawasannya terhadap kinerja Tim GTPP Covid-19 Provinsi Sumut, sehingga berbagai persoalan dalam percepatan penanganan Covid -19 di Sumut ini bisa dilakukan dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.