Sumut  

Pasien Covid-19 Bisa Kembali Terinfeksi, Ini Penjelasan Gugus Tugas

 

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Masyarakat diminta untuk tidak perlu terlalu panik dengan adanya fenomena Pasien positif virus corona (Covid-19) yang sudah sembuh kembali terinfeksi atau yang disebut reinfeksi atau reaktivasi

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumatera Utara, Aris Yudhariansyah mengatakan, Meskipun langka, ada beberapa kemungkinan penyebab reinfeksi ini bisa terjadi

” Kemungkinan pertama, hasil negatif ‘palsu’ tes swab yang berasal dari pengambilan spesimen sampel lendir yang kurang cukup ataupun hasil positif ‘palsu’ yang berasal dari spesimen yang mengandung virus tidak aktif,” Jelasnya.

Kemungkinan kedua menurutnya, virus yang masih tersisa dalam pasien sembuh aktif kembali. Hal ini bisa terjadi karena pertahanan tubuh pasien yang masih lemah sehingga virus bisa memperbanyak diri kembali.

Bila ini terjadi biasanya gejala yang ditimbulkan jauh lebih ringan dan transmisi orang ke orang kemungkinan kecil terjadi.

“Untuk itu, kami tekankan kembali pembatasan aktivitas sosial secara masif masih harus kita lakukan dengan ketat. Bahkan beberapa negara yang berhasil menghentikan puncak pertambahan kasus seperti Korea dan Tiongkok juga masih mengalami kemunculan kasus. Meskipun sudah tidak banyak,” ucap Aris.

Terakhir, lanjutnya, reinfeksi juga bisa terjadi lagi karena kemungkinan pasien sembuh terpapar virus dengan tipe lain.

Berdasarkan penelitian, saat ini diketahui terdapat tiga tipe virus SARS-CoV-2. Ada kemungkinan memori kekebalan tidak akan berjalan pada pasien yang sembuh dari virus pertama, karena sistem imun tidak mampu mengenal tipe virus yang baru.

Sementara itu terkait perkembangan kasus Covid-19, Aris menyampaikan ada penambahan 11 pasien positif Covid-19.

Semula berjumlah 130 orang pada hari Selasa (5/5), kini pasien positif Covid-19 dikonfirmasi berjumlah 141 orang pada Rabu (6/5) per pukul 16.00 WIB.

Sementara PDP di Sumut berjumlah 151 orang, sembuh 43 orang dan meninggal 16 orang. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.