Mengerikan, Angka Kematian Akibat Virus Corona di New York Capai 10 Ribu Orang

Kota New York tampak sepi dan lengang saat malam hari, tak ada bar maupun tempat hiburan yang buka akibat dikarantina karena corona. (Foto: Anadolu Agency/Lokman Vural Elibol)

MEDANHEADLINES.COM – Saat ini, Kota New York di Amerika telah menjadi episentrum baru virus Corona Covid-19 yang kini menjadi pandemi global. Bahkan, laporan terbaru menyebut jumlah kematian karena virus Corona di New York sudah lebih dari 10.000.

Dilansir New York Times, angka ini didapat setelah pemerintah kota New York merevisi pencatatan korban meninggal. Diketahui ada lebih dari 3.700 kematian baru karena virus Corona di New York.

Angka ini berasal dari korban meninggal yang sebelumnya belum pernah mendapatkan tes virus Corona apapun, namun meninggal dunia dengan menunjukkan gejala-gejala yang mirip dengan infeksi Covid-19.

Hal ini membuat total kematian karena virus Corona di Amerika Serikat naik 17 persen, menjadi lebih dari 26.000.

Laman Worldmeters menulis saat ini, ada 10.83 kematian karena virus Corona Covid-19 di New York. Sementara total kasus berjumlah 203.13, dengan 38.820 dinyatakan sembuh.

Sementara itu secarar total di AS sudah ada lebih dari 2 juta kasus virus Corona Covid-19 yang tercatat, dengan 484.831 sembuh dan 126.776 meninggal dunia.

Virus Corona Covid-19 masih menjadi momok di China, dengan jumlah korban terus mengalami peningkatan. (Shutterstock)
Virus Corona Covid-19 masih menjadi momok di Amerika Serikat, dengan jumlah korban terus mengalami peningkatan. (Shutterstock)
Laporan dari pemerintah kota menyebut, virus Corona berpengaruh terhadap peningkatan jumlah kematian secara total. Sebab, kematian meningkat sekitar 3.000 dalam periode 11 Maret 2020 hingga 13 April 2020 dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Dr Oxiris Barbot dari Dinas Kesehatan kota New York mengatakan meski tidak semua kematian tersebut terjadi karena virus Corona, tetapi padatnya pelayanan kesehatan di saat wabah bisa menjadi faktor penyebab tersembunyi.
“Ini adalah dampak lain Covid yang tidak terlihat. Kami akan mencari perhitungan akurat dan komplit. Ini adalah bagian dari proses perjalanan wabah yang harus kita lalui,” tutur Barbot.(red/suara.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *