Mana Yang Lebih Banyak Nutrisi, Susu Sapi Atau Kerbau

Ilustrasi Susu (Pixabay/Couleur)

MEDANHEADLINES.COM – Susu sudah seperti makanan pokok harian yang dikonsumsi manusia. Di atas usia 2 tahun, konsumsi air susu ibu (ASI) akan tergantikan dengan susu lainnya. Susu dipercaya menjadi sumber kalsium dan protein yang baik. Asupan susu harian dapat memberi tubuh asupan vitamin D, vitamin B12, riboflavin, kalium, fosfor, selenium, dan lemak sehat.

Susu sapi dan kerbau adalah dua jenis susu yang paling sering dikonsumsi. Urusan rasa, keduanya memang hampir sama. Namun, ada sedikit perbedaan antara komposisi kedua varietas susu tersebut.

Susu sapi dianggap lebih rendah lemak daripada susu kerbau. Lantas di antara keduanya, manakah yang lebih bermanfaat bagi tubuh?

Mengutip dari situs doctor NDTV, satu cangkir susu sapi dengan takaran 240 ml mengandung lemak 3,25 persen. Selain itu juga terdapat 149 kalori, 88 persen kandungan air, 7,7 gram protein, 11,7 gram karbohidrat, 11 gram laktosa, 8 gram lemak, dan 21 persen kalsium.

Sementara susu kerbau, berdasarkan laman healthline.com memiliki nutrisi juga kalori yang relatif lebih banyak per sajian.

Dalam takaran cangkir yang sama, susu kerbau bisa mengandung 237 kalori, 83 persen air, 9 gram protein, 12 gram karbohidrat, 13 gram laktosa, 17 gram lemak, dan 32 persen kalsium.

“Susu sapi mengandung lebih sedikit lemak bila dibandingkan dengan susu kerbau. Karena kandungan lemaknya yang tinggi dalam susu kerbau, ia lebih tebal jika dibandingkan dengan susu sapi yang memiliki kadar air yang tinggi,” kata ahli gizi Nmami Agarwal.

Ia menambahkan, karena enzim peroksidase yang tinggi, susu kerbau dapat disimpan secara alami dalam waktu yang lebih lama. Jumlah protein dan kalsium pada susu kerbau juga sedikit lebih tinggi, tetapi juga memiliki lebih banyak kalori jika dibandingkan dengan susu sapi.

Sebagai perbandingan, 100 ml susu kerbau menghasilkan 100 kalori, sementara jumlah susu sapi yang sama menghasilkan 68-70 kalori.

“Susu sapi juga kaya akan mineral penting sulfur untuk meningkatkan aktivitas otak. Warna susu sapi agak kekuningan disebabkan oleh adanya beta karoten (prekursor vitamin A) yang tidak ada dalam susu kerbau,” jelasnya.

Ia menyarankan, jika sedang melakukan diet penurunan berat badan, maka susu sapi adalah pilihan yang lebih baik karena lebih rendah kalori. Susu sapi juga sangat baik untuk bayi karena mudah dicerna jika dibandingkan dengan susu kerbau.

“Tapi, yang perlu diperhatikan adalah komposisi susu memiliki sifat dinamis, dan komposisinya dapat bervariasi sesuai dengan tahap laktasi, usia, jenis, nutrisi, dan status kesehatan sapi atau kerbau,” ucap Agarwal.(red/suara.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *