Wabah Covid-19, Kemenkumham Sumut Bebaskan 9.589 Napi

MEDANHEADLINES.COM , Medan –  Menindaklanjuti Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020, tentang pengeluaran Narapidana dan Anak melalui asimilasi dan integrasi, Kanwil Kemenkumham Sumut melakukan pembebasan terhadap 9.589 warga binaan di 39 UPT yang terdiri dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan)

Kepala Divisi Pemasyarakatan (Divpas) Kanwil Kemenkumham Sumut, Jahari Sitepu mengatakan, Dari jumlah 9.589 napi tersebut telah menjalani setengah masa hukuman atau asimilasi per 1 hingga 7 April 2020 sebanyak 5.102 orang. Sedangkan yang telah menjalani 2/3 masa hukumannya atau Pembebasan Bersyarat (PB), Cuti Bersyarat dan Cuti Menjelang Bebas (CMB) tercatat 4.487 orang.

” Langkah yang dilakukan ini sebagai antisipasi penyebaran virus corona (Covid-19), mengingat kondisi sel tahanan yang over kapasitas dan ini sangat rawan bagi para warga binaan bila terserang virus mematikan ini,” jelas Jahari, Kamis (2/4)

Jahari menjelaskan, dari 39 UPT Lapas, LPKA dan Rutan di Sumut, kondisinya sudah over kapasitas. Selayaknya dihuni 12.574 orang namun kenyataan dihuni 35.646 baik itu napi dan tahanan.

“Jadi untuk napi yang bebas karena telah menjalani setengah dari masa hukuman atau asimilasi ini telah dilaksanakan pada 1 April 2020 untuk tahap pertama ini ada sebanyak 457 orang,” Jelasnya

Ia menambahkan, Bagi para napi yang dibebaskan melalui asimilasi ini tetap dipantau oleh Tim Kanwil Kemenkumham bersama Kejati Sumut.

“Jadi tidak perlu khawatir kepada para napi yang bebas ini karena mereka telah melalui seleksi yang sangat ketat dalam pemeriksaan Covid-19 ini,” jelasnya.

Ditegaskannya, untuk napi dalam perkara narkoba, teroris, perdagangan manusia dan korupsi tidak termasuk dalam pembebasan tersebut. Namun, lanjutnya lagi, hal ini masih dalam pengusulan agar napi klasifikasi ini bisa dipulangkan atau bebas mengingat darurat wabah virus Corona.

“Jadi untuk pencegahan penyebaran virus ini kita sudah menginstruksikan ke pihak Lapas, Rutan, dan Lapas Anak agar dilakukan penyemprotan disinfektan dan seleksi suhu tubuh serta mencuci tangan,” Pungkasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *