Raih Peringkat Ke 3 di Danau Toba Rally 2019, Wagub Ceritakan Mobilnya Yang Hampir Masuk Jurang

 

MEDANHEADLINES.COM, Simalungun – Pagelaran Danau Toba Rally 2019 yang digelar di Sirkuit Aek Nauli Kabupaten Simalungun sukses dihelat Sabtu (23/11) hingga Minggu (24/11).

Dalam kejuaraan ini, Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajeckshah yang berpartisipasi sebagai peserta berhasil naik ke podium setelah berada di Posisi ke 3

Dia bertarung bersama puluhan pereli lainnya. Bahkan ada pereli dari luar negeri yang juga memacu kecepatan di kawasan Danau Toba. Melaju di atas sirkuit Aek Nauli yang terletak di Kabupaten Simalungun.

Ijeck bersama navigatornya Uche berlaga mengendarai Subaru WRX Sti. Ijeck mencatatkan waktu 1:50:27.7.

Dengan catatan waktu itu Ijeck, mengalahkan pereli nasional Subhan Aksa bersama navigatornya Mago Sarwono yang mengendarai Lancer Exo X berasal dari Sulawesi Selatan dengan tim FBRT Sport dengan catatan waktu 1:50:31.2.

Bahkan Ijeck mengalahkan pebalap nasional Indonesia Sean Gelael yang mengendari Citroen C3 R5 bersama navigatornya Tony Sircombe yang berasal dari Selandia Baru bersama tim Jagonya Ayam dengan catatan waktu 1:51:54.4.

Dalam kejuaraan itu, posisi pertama berhasil diraih HM Rihans Variza asal Kalimantan Selatan dengan navigator Anthony Sarwono asal DKI Jakrta dengan tim HRVRT BGM HBM BMB Rally Team mengendari Mazda 2 AP4 dengan catatan waktu 1:44:00.2.

Sementara itu posisi kedua diraih Rizky Prayoga asal Kalimantan Selatan dan navigator Donny Wardono asal Jawa Barat dengan tim HRVRT BGM HBM BMB Rally Team yang mengendari Mitsubishi Lancer Evo X dengan catatan waktu 1:50:17.7

Ijeck mengatakan, jika dirinya sempat masuk di urutan pertama pada Leg 1. Pada hari kedua Ijeck dan mobilnya mendapat banyak hambatan.

“Saya, Alhamdulilah hari pertama sempat peringkat 1 dan di leg kedua ini saya ada trouble di Spesial Stage (SS) 8 mobil saya ke luar dari jalur dan tidak bisa melanjutkan lagi setelah itu lanjut di SS 9 tapi sudah kena penalti waktu. Jadi sekarang saya Alhamdulilah menempati posisi ketiga umum overall. Tapi kami bersyukur karena masih bisa masuk ke dalam tiga besar di Kejurnas Putaran 3 ini,” ujar Ijeck.

Ijeck pun berkisah. Pada SS 8 mobil yang dikendarainya nyaris celaka. Dia hampir saja masuk ke jurang yang cukup dalam. Beruntung, ada dua batang kayu yang menahan mobilnya sehingga dia masih selamat.

“Yang tak terlupakan ya tadi, saya di SS 8 bersyukur saya mobil saya itu posisinya sudah di ambang jurang, tapi Allah masih melindungi. Ada dua batang kayu yang menahan jadi di situ mobil tergantung. Ini jadi pengalaman dan mudah mudahan ini jadi evaluasi bagi saya ke depan agar lebih teliti dalam melihat jalur khususnya yang berbahaya,” ujar Ijeck.

Dengan event yang cukup sukses, Ijeck ingin Danau Toba menjadi tuan rumah World rally Championship (WRC). Sekaligus mempromosikan Danau Toba sebagai tempat sport tourism.

“Kita inginnya membuatnya di Danau Toba karena kita ingin membantu mempromosikan Danau Toba. Karena kejuaraan dunia itu pastinya banyak tim tim besar yang datang dan banyak penonton rally datang dari negara lain. Pastinya juga kawan kawan media dari seluruh dunia akan datang meliput kegiatan itu. Itu akan menguntungkan negara kita, daerah kita,” ujar Ijeck.

Namun, dirinya mengakui bahwa cita-cita ini tidak bisa hanya diwujudkan oleh Pemprov Sumut dan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumut saja. Perlu dukungan dari pemerintah pusat agar hal ini terwujud.

“Kami sedang mempersiapkan dari tingkat nasional, sekarang sudah Asia Pacific dan di 2020 kami akan coba beraudiensi dengan kementrian terkait untuk WRC ini. Karena menuju tahun 2022 persiapannya harus dari sekarang,” pungkasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *