Cegah Penyebaran Virus Dan Percepat Evakuasi Bangkai Babi, Pemprovsu Imbau Pemda Bentuk Posko Dikecamatan

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut Azhar Harahap

MEDANHEADLINES.COM, Medan –  Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Pemprovsu  mengimbau kepada pemerintah di kabupaten/kota agar segera membentuk pokso untuk mengantisipasi penyebaran Virus Hog Vcholera Babi hingga tingkat kecamatan,

Posko ini juga diharapkan dapat membantu mempercepat evakuasi bangkai babi yang dibuang sembarangan.

“Sesuai instruksi Gubernur, untuk mempercepat penanganan Virus Hog Cholera Babi dan mengantisipasi penyebarannya, diimbau kabupaten/kota membuat posko di tingkat kecamatan, terutama di daerah-daerah yang sudah terserang virus,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut M Azhar Harahap, Selasa (12/11)

Selain itu, Menurut Azhar, Melalui posko ini diharapkan dapat lebih cepat menerima informasi dari masyarakat jika ada temuan tentang kasus Virus Hog Cholera Babi. Sehingga dapat segera dilakukan tindakan penanganan secepatnya.

“Jadi posko di setiap kecamatan sudah mulai bekerja, agar pelaporan mengenai virus hog cholera babi ini dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Disampaikan juga, sampai saat ini telah ditemukan sekitar 5.800 ekor babi yang mati karena hog cholera, dari jumlah populasi babi di Sumut sebanyak 1,2 juta ekor.  Ada 11 kabupaten yang ditemukan ternak babi mati karena hog cholera, yakni di Karo, Dairi, Humbang Hasundutan, Deliserdang, Medan,Toba Samosir, Serdang Bedagai, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Samosir. (Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *