Sumut  

Kasus Penipuan CPNS K2 Bergulir, Bupati Tapteng Mengaku Diancam Dan Diteror OTK

MEDANHEADLINES.COM, Tapanuli Tengah – Di tengah bergulirnya kasus penipuan CPNS K2 dengan terdakwa Raja Bonaran Situmeang, Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani mengaku mendapat teror dan ancaman dari oknum OTK.

“Saya pernah diancam dan diteror dari oknum OTK,” kata Bakhtiar saat ditemui di Kantor Bupati, Senin (04/03/2019).

Menurut Bakhtiar, ancaman yang disebutnya setelah dirinya menerima telepon dari OTK. Dari balik telepon, dirinya pun menjelaskan terkait aksi unjuk rasa dari tenaga guru honorer.

“Beberapa bulan yang lalu ada aksi unjuk rasa dari tenaga guru honorer. Dari tuntuntannya, mereka meminta agar uang yang diserahkan kepada beberapa oknum dapat dikembalikan,” jelas Bakhtiar.

Setelah menjelaskan aksi unjuk rasa tersebut, kata Bakhtiar, dari balik selular dirinya pun meminta agar kepada oknum yang menerima uang dari masyarakat dapat dikembalikan.

“Saya diancam akan dilaporkan ke KPK, ya saya jawab, silahkan saja laporkan. Kita ini sudah tua, gak baik menambah dosa, pulangkan saja uang itu,” kata Bakhtiar menjawab oknum OTK tersebut.

Bakhtiar pun meminta kepada masyarakat yang menjadi korban penipuan CPNS K2 agar tidak takut melaporkan kepada aparat penegak hukum.

“Ketika saya jadi anggota DPRD, sudah banyak laporan yang saya terima dari masyarakat. Mereka mengaku korban penipuan CPNS,” ungkapnya.

Selain itu, Bakhtiar pun berharap kepada orang-orang yang terlibat kasus penipuan CPNS K2 dapat bertanggungjawab. Dia pun meminta kepada oknum yang terlibat, dapat mengembalikan uang yang telah diterima dari masyarakat.

“Kepada kroni-kroni RBS, sikat gigi dan kumur-kumur dulu sebelum berbicara. Saya tegaskan sekali lagi, saya tidak takut diancam,” jelasnya. (hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.