Berdalih Kebutuhan Ekonomi, Seorang Resedivis Kembali Menjambret

Hendro Prayetno (Pelaku) berikut barang bukti setelah diboyong ke Polsek Percut Sei Tuan.  

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Hendro Prayetno, seperti tak ada jeranya, meskipun sudah pernah di penjara atas kasus pencurian kenderaan bermotor (Curanmor). Pria 30 tahun ini kembali melancarkan aksi kejahatannya dan akhirnya ditangkap polisi, Senin (17/12/2018) sekira pukul 10.30 WIB.

Pria yang tak memiliki pekerjaan tetap ini ditangkap polisi atas kasus pencurian dengan kekerasan (Curas). Kepada polisi pria yang tinggal di Jalan Perhubungan, Desa Laut Dendang, Percut Sei Tuan, ini mengaku nekat melancarkan aksinya karena faktor kebutuhan ekonomi.

Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Faidil Zikri SH. S.I.K., menerangkan, pelaku merupakan resedivis atas beberapa kasus tindak pidana Curanmor. Aksi terakhirnya adalah menjambret dompet milik Donna Eva Yanti (40) warga Jalan Kapten Batu Sihombing, Percut Sei Tuan, Jumat (16/11/2018) sekira pukul 10.05 WIB.

“Pagi itu korban sedang berjalan kaki di sekitaran Jalan Purnawirawan, Percut Sei Tuan sembari membawa dompet berisikan handphone dan uang di tangan kanannya,” ujar Faidil kepada wartawan, Rabu (19/12/2018) siang.

Tanpa disadari korban, pelaku datang dari arah belakangnya dan langsung merampas paksa (menjambret) tasnya tersebut. Korban yang terkejut langsung berteriak ‘rampok’ namun karena jalanan sepi pelaku berhasil membawa kabur dompetnya. Merasa keberatan korban mendatangi Polsek Percut Sei Tuan untuk memlaporkan kejadian yang dialaminya.

Berdasarkan laporan korban, lanjut Faidil, Tim Penanganan Gangguan Khusus (Pegasus) Polsek Percut Sei Tuan melakukan serangkaian penyelidikan terhadap pelaku. Sejumlah keterangan saksi dan alat bukti yang dikumpulkan akhirnya membuahkan hasil.

Tepatnya Senin 17 Desember 2018 pagi,, Tim Pegasus mengetahui keberadaan pelaku sedang berada di dalam rumah warga di Jalan Merpati, Desa Laut Dendang, Percut Sei Tuan. Tim kemudian bergerak ke lokasi dan meringkus pelaku. Ketika digeladah, tim mendapati sejumlah barang bukti berupa uang tunai 1 juta rupiah dan satu unit handphone merek Oppo yang diduga kuat hasil kejahatan. Kemudian pelaku diboyong ke Mapolsek untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Saat diinterogasi di kantor, pelaku mengaku di bulan Juli 2018 bersama temannya Rizal (DPO) melakukan aksi curanmor di depan Fakultas UIN dengan cara mengancam korban menggunakan parang panjang, sekira pukul 06.00 WIB. Disitu, pelaku berhasil menggasak sepeda motor korban atas nama Evi Isdayanti.

Aksi selanjutnya dilakukan pelaku di Di Jalan Buang 45 Veteran, Percut Sei Tuan, di parkiran depan Hotel Nusa Inn Jalan Aksara, di tanah Garapan Lau Dendang dan di Jalan Purnawirawan, Percut Sei Tuan.

“Semua sepeda motor yang dicuri pelaku di jualnya kepada seorang pria asal Aceh dan dibawa ke Aceh. Motif pelaku nekat melakukan aksinya karena kebutuhan ekonomi. Atas perbuatannya pelaku disangkakan pasal 365 KUHPidana dengan ancaman hukuman 9 tahun kurungan penjara,”jelas Faidil. (Afd).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *