MEDANHEADLINES.COM, Tapanuli Tengah – Pengusaha asal Hajoran, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sepitendi Gea alias Ama Evi (43), menjadi korban perampokan dengan modus pemecahan kaca mobil.
Mobil Toyota Rush BB 1614 NB miliknya dipecahkan pelaku di Jalan Sibolga-Padang Sidempuan, tepatnya di depan toko prabot Ririn, di Kelurahan Mangga Dua, Kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Senin (26/11), sekitar pukul 10.30 WIB.
Informasi yang dihimpun di lokasi, peristiwa perampokan terjadi saat korban yang mengendarai mobil Toyota Rush BB 1614 NB berhenti di depan toko perabot Ririn.
Sebelumnya korban mengambil uang di BRI Pandan sebanyak Rp 45 juta untuk pembayaran upah tukang dan belanja usahanya.
Saat keluar dari BRI Pandan, korban bertemu dengan marga Tobing dan membayar upah tukang rumah sebesar Rp 10 juta. Rp 35 juta lagi uang dimasukkan korban kedalam sebuah kantong plastik dan diletakkan di dekat persineling mobil.
Usai memarkirkan mobil dipinggir jalan, korban memasuki toko prabot Ririn. Tanpa disadari, dua orang pelaku dengan mengendarai sepeda motor dan diduga telah membuntuti korban sebelumnya berhenti didekat mobil yang terparkir.

Pelaku yang masih belum diketahui identitasnya ini langsung memecahkan kaca samping depan sebelah kanan. Kedua pelaku mengambil kantong plastik berisi uang yang diletakkan di kursi depan mobil.
“Saat itu saya hendak menanyakan pesanan pintu dan jendela kepada pemilik toko Ririn. Tiba-tiba dari arah depan saya mendengar jeritan rampok. Reflek saya langsung berlari dan melihat kaca pintu depan sebelah kanan telah pecah. Kantongan plastik berisi uang sudah tidak ada lagi di tempatnya,” kata Sepitendi.
Sementara itu, salah seorang saksi mata yang berada di lokasi menyebutkan, kedua pelaku mengendarai sepeda motor Honda Beat warna hitam. Usai memecahkan kaca pintu mobil dan mengambil kantongan plastik, kedua pelaku langsung melarikan diri ke arah Pinangsori.
“Pake sepeda motor Beat warna hitam. Mereka langsung melarikan diri kearah Sidempuan,” ujar salah sorang saksi mata yang mewanti-wanti agar namanya tidak dituliskan.
Saat dikonfirmasi, Kapolsek Pandan AKP Herry Sugiharto SH, membenarkan kejadian yang terjadi. Herry menyebutkan pihaknya telah menerima laporan pengaduan dari korban.
Pihaknya juga tengah melakukan pengembangan penyelidikan, termasuk memeriksakan sidik jari pada pecahan kaca mobil dan olah tempat kejadian perkara.
“Korban sudah membuat laporan pengaduan. Langkah awal telah kita lakukan dengan memeriksa sidik jari pada pecahana kaca pintu mobil,” sebutnya. (hen)












