Pembunuhan Sadis Manajer PT Domas Pelaku Nekat Karena Diejek ‘Rombongan Gajah’

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Kasus pembunuhan Manajer PT Domas, Muhajir, istri dan anaknya akhirnya menemukan titik terang. Polisi berhasil meringkus empat tersangkanya. Satu diantaranya tewas ditembak.

Dua tersangka yang hidup dipaparkan di depan awak media, Senin (22/10). Berdekatan dengan kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara, tempat dimana jasad rekan mereka ditempatkan.

Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto, yang langsung memaparkan kasus itu. Konferensi pers yang semula dijadwal pukul siang tadi baru sore terlaksana.

Empat tersangka yang ditangkap antara lain berinisial DN, AH (sebelumnya AG), R dan Y. Polisi mengabarkan jika AG yang tewas ditembak.

Kapolda Sumatera Utara Irjen Agus Andrianto menjelaskan, motif para pelaku nekat membunuh sederhana. Pelaku AG merasa dendam setelah diolok-olok.

“Diduga korban mengejek tersangka AH dengan sebutan rombongan gajah,” kata Agus.

Sesuai juga dengan penuturan para pelaku. Ternyata mereka juga mengejek Muhajir dengan sebutan ‘tuyul’.

“Kalau dibilang almarhum (korban) ke AH Pasukan gajah wis teko, artinya pasukan gajah sudah datang,” kata tersangka R saat ditanyai Kapolda.

Tersangka AH pun dendam. Dia mendatangi rumah korban di Dusun III Gang Rambutan, Desa Bangun Sari, Tanjung Morawa, sejak Selasa (9/10). Korban tidak curiga. Karena pelaku, masih terbilang tetangga.

Modus tersangka ingin meminjam uang kepada Muhajir. Begitu masuk ke rumah, tersangka langsung memukul kepala korban Muhajir dengan batu bata.

Tersangka R kemudian masuk. Muhajir diikat dengan lakban. Begitu pun Suniati dan Sholihin sang anak.

“Ketiga korban dikumpulkan di ruang tamu dan dijaga tersangka R,” ujarnya.

AH kemudian mengambil mobil yang dikendarai DN. Korbna dimasukkan ke dalam mobil.

Korban dibawa ke arah jembatan di wilayah Kecamatan Talun Kenas, Deliserdang. Ketiganya langsung dibuang dalam kondisi kaki dan tangan terikat lakban.

Para korban diduga masih hidup saat dibuang. Karena sempat ditemukan pasir di dalam paru-paru korban saat diautopsi.

R dan AG kemudian melarikan diri ke Pekanbaru. Mereka diringkus pada Minggu (21/10) sekira pukul 17.30 WIB.

AG mencoba melawan petugas. Tembakan diletuskan dan menerjang tubuhnya. Dia roboh dan akhirnya tewas.

“AG menyerang personil yang mengendarai mobil dengan cara mencekik dengan kondisi tangan tersangka terborgol,” ujar Agus.

R yang dibawa dengan mobil lainnya juga ingin melarikan diri. Dia diberi tembakan di kaki.

Sebelumnya tersangka yang pertama kali ditangkap adalah DN. Perannya membantu membawa ketiga korban. Kemudian ada satu tersangka lagi yang ditangkap berinisial Y. Dia diduga berperan sebagai penyimpan senjata yang digunakan untuk menghajar korbannya.

Sebelumnya, Muhajir, 49 bersama Suniati, 50 serta anak mereka M Solihin,12 dilaporkan hilang. Ketiganya raib dari rumah mereka sejak Selasa (9/10).

Desy Rahmawati, sang anak sulung yang tahu pertama kali keluarganya hilang. Muhajir terakhir terlihat Senin (8/10) malam. Keesokan paginya, Desy menelepon orang tuanya. Namun berkali-kali panggilannya tak mendapat jawaban.

Desy pun mendatangi kediaman orangtuanya. Di dalamnya kosong.

Jasad Muhajir yang pertama kali di temukan, Kamis (11/10).  Dia dibuang di aliran Sungai Belumai, Deliserdang.  Tiga hari kemudian, giliran M Sholihin yang ditemukan tidak jauh dari lokasi.

Jasad yang diduga Suniati ditemukan terakhir. Tepatnya pada Selasa (16/10) di Perairan Batubara. Dia ditemukan bersama jasad lainnya yang sempat diduga sebagai korban pembunuhan itu. Nyatanya tidak. Itu jasad lainya yang tidak berkaitan dengan pembunuhan sadis tersebut. (fat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.