MEDANHEADLINES.COM, Tapanuli Selatan – Masuknya jaringan listrik di Utte Rudang diyakini dapat mendukung percepatan pembangunan, khususnya di dusun tersebut. Terbukti, meski sudah selama 80 tahun Utte Rudang berpenghuni, tetapi jumlah kepala keluarga di dusun itu masih dalam hitungan jari.
Menurut Kepala Desa Pargarutan Dolok, Henri Harahap, selama ini warga dusun yang terdiri dari para petani menggunakan penerangan dengan lampu teplok atau lampu patromak. Terkadang memang didatangkan genset oleh warga, tetapi hanya untuk pelaksanaan acara-acara tertentu seperti pesta pernikahan atau upacara-upacara adat lainnya.

Dia yakin masuknya listrik ke dusun ini akan mengubah kehidupan warga menjadi lebih baik, termasuk dari sisi ekonomi dan pendidikan.
“Pastinya, nanti anak-anak sudah bisa belajar pada malam hari dan pemukiman juga pasti akan bertambah, karena sudah ada listrik dan sudah ada jalan” paparnya.
Baca Juga : Listrik Masuk Desa, Setrum PLN Masuk Utte Rudang Hanya Dalam Seminggu
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Tapanuli Selatan, Helmi, mengatakan, Pemkab berkomitmen kuat mendukung pengadaan listrik di desa-desa. Dukungan itu bukan hanya dalam pemasangan jaringan oleh PLN, tetapi juga dengan membangun pembangkit-pembangkit tenaga mikro hydro (PLTMH).
“Saat ini sudah ada 16 PLTMH dan 4 PLTS (pembangkit listrik tenaga surya) terpusat di Tapsel,” ujarnya.
Pembangkit-pembangkit tersebut memang dibangun pemerintah pusat, tetapi diusulkan oleh pemda. Dan secara keseluruhan, mereka menyuplai 4% dari elektrifikasi di daerahnya. (cep)












