Tak Mau Kasih Uang Bongkar, Preman Kampung Tonjok Mata Sales Ini

Foto :  Farel (korban) saat berada di Polsek Medan Area.

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Gegara tak mau memberikan uang bongkar, mata kiri Farel (23) bengkak dan memar dibogem preman kampung di kawasan Jalan Tuba II, Kelurahan Tegal Sari Mandala III, Kecamatan Medan Denai. Tak senang dengan perlakuan itu, Farel mendatangi Polsek Medan Area, guna membuat laporan pengaduan, Jumat (17/8).

Saat ditemui, Farel yang menetap di Jalan Rawa Cangkuk IV, Kelurahan Tegal Sari Mandala III, Kecamatan Medan Denai mengatakan, peristiwa yang terjadi pada dirinya terjadi pada Kamis (16/8) sekitar pukul 09.00 Wib. Saat itu korban sedang mengantar kreta.

“Pagi itu aku bersama teman mengantar kereta (sepeda motor) costumer dengan menggunakan mobil bak terbuka. Pas kretanya sudah di antar di Jalan Tuba II, begitu kami mau pergi, datang preman kampung bernama Delan,” kata korban.

Kedua preman kampung itu untuk meminta uang bongkar. Kemudian Delan memberikan kwitansi yang tertulis Rp20 ribu. Karena besar uang bongkarnya, sales ini memberikan Rp10 ribu kepada pelaku.

“Pas aku kasih uang itu, si Delan dan temannya tidak terima. Pelaku terus memaksa. Aku pun bersikeras tidak mau menambah uang yang diminta mereka. Lantas aku bilang kepada pelaku, kalau aku orang sini,” ujar korban.

Merasa tidak dihargai, pelaku yang sudah tersulut emosi langsung memukul mata kiri korban. Beruntung warga melerai. Dengan kondisi mata bengkak, korban melapor ke polisi.

Kapolsek Medan Area, Kompol Jesmi Girsang melalui Kanit Reskrim Iptu P Hutagaol mengatakan, belum mengetahui adanya laporan korban. “Coba kita cek laporan tersebut. Jika benar, kasus ini akan diproses,” tandasnya. (afd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.