Foto : Bupati Simalungun, Jopinus Ramli Saragih
MEDANHEADLINES.COM, Medan – Bupati Simalungun, Jopinus Ramli Saragih atau JR Saragih mengatakan, Pemerintah Kabupaten Simalungun telah membangun suatu komitmen dengan keluarga korban tenggelamnya Kapal Motor Sinar Bangun dalam hal bantuan pendidikan bagi anak korban.
Hal tersebut disampaikan JR Saragih di sela-sela peletakan batu pertama monumen kapal di Pelabuhan Tigaras pada Selasa, (3/7/2018).
“Sudah disepakati kalau bantuan pendidikan akan sampai perguruan tinggi”, ujar JR Saragih.
JR Saragih menuturkan, bahwa komitmen tersebut sesuai dengan kesepakatan antar pihak, termasuk keluarga korban. Namun dirinya tidak menjelaskan secara merinci jenis bantuan yang akan diberikan nantinya.
Mantan Ketua Partai Demokrat Sumatera Utara tersebut berjanji, jika bantuan akan diberikan hingga masa jabatannya sebagai bupati berakhir. Dirinya juga berharap jika bupati selanjutnya, ikut melanjutkan bantuan kepada anak-anak tersebut.
Selain itu, JR Saragih juga ikut mencoba memotivasi anak-anak yang kehilangan orang tuanya dalam tragedi yang terjadi tersebut. Anak-anak korban KM Sinar Bangun diharapkan dapat tetap bersemangat hingga berhasil meraih kesuksesan.
JR Saragih mencontohkan jika dirinya sejak kecil telah menjadi anak yatim. Namun meski begitu, dirinya tetap semangat, hingga akhirnya dipercaya menjadi Bupati Simalungun selama dua periodesasi.
“Saya lahir juga orang tua saya sudah meninggal, tapi saya bisa seperti ini”, sambung JR Saragih.
Hari ini merupakan hari terakhir proses evakuasi karamnya KM Sinar Bangun. Meski telah menemukan posisi kapal, namun Basarnas serta keluarga memutuskan untuk tidak menarik bangkai kapal. Sebab, medan yang harus dihadapi sangat berbahaya untuk melakukan proses evakuasi lanjutan.
Para keluarga korban sepakat untuk mengikhlaskan korban yang masih belum. Tim dan keluarga melakukan doa bersama, prosesi tabur bunga dan peletakan batu pertama pembangunan monumen KM Sinar Bangun. Tujuannya untuk mengenang para korban berjumlah 164 orang yang dinyatakan masih hilang hingga saat ini. (ask)












