MEDANHEADLINES.COM – Sempat dianggap telah punah karena terlihat terakhir kali pada tahun 1975 atau 42 tahun yang lalu, Hewan amfibi dengan corak kuning hitam bernama Salamander kembali ditemukan di wilayah Guatemala.
Salamander itu ditemukan oleh seorang penjaga di Reserve Amfibi Finca San Isidro, Ramos León,di Pegunungan Cuchumatanes, Guatemala.
Ramos León kemudian menyerahkan Salamander ke Carlos Vasquez, kurator herpetologi di Universitas USAC Guatemala. Vasquez sendiri telah menghabiskan lebih dari 3.000 jam untuk berburu Salamander sejak tahun 2005.
“Kami mulai takut spesies itu hilang. Sekarang rasanya seperti terhindar dari kepunahan. Ini adalah cerita yang indah dan menandai masa depan yang menjanjikan untuk konservasi kawasan khusus hewan ini,” kata Ramos, dilansir dari FoxNews, Senin (6/11/2017).
Salamander yang ditemukan merupakan jenis Climbing Salamander Jackson. Hewan ini dikenal sebagai ‘keajaiban emas’ karena tubuhnya yang didominasi warna kuning. Sementara jenisnya disebut Jackson karena diambil dari nama penemunya, Jeremy Jackson.
Jeremy menemukan tiga spesies baru Salamander saat melakukan penjelajahan di Cuchumatanes. Dua jenis lainnya adalah salamander berkaki panjang (Nyctanolis pernix) dan Finca Chiblac Salamander (Silum Bradytriton).
Dua jenis Salamander kembali ditemukan pada ekspedisi tahun 2009 dan 2010. Namun saat itu salamander Jackson tidak ada.(red)












