MEDANHEADLINES – Meningkatnya kasus Rabies yang meningkat tajam terutama di wilayah Nias Selatan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumut, Dahler melalui Kabid Kesehatan Hewan, Mulkan Harahap mengatakan pihaknya telah melakukan langkah-langkah Antisipasi agar dapat menekan kasus tersebut sehingga tidak semakin menyebar.
Mulkan menjelaskan, DKPP dan Dinas kesehatan Nias Selatan beserta sejumlah pihak terkait terus melakukan sosialisasi tentang SOP (Standard Operating Procedure) terkait penanganan kasus rabies.
“Tentu langkah utamanya adalah memberikan vaksin kepada HPR agar tidak terjadi lagi kasus seperti ini. Dan saat ini kami sudah menerima 75 ribu dosis vaksin rabies dari pusat,” ungkapnya.
Dari data yang di himpun dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Nisel, sejak Januari sampai Juli 2017 sudah ada 212 kasus penggigitan HPR kepada manusia dan tiga diantaranya meninggal dunia.
“Dua orang yang meninggal dunia berasal dari Kecamatan Lahusa pada bulan Juni dan satu lagi di Kecamatan Somambawa. Bahkan dari dua kecamatan itu, terjadi kasus penggigitan HPR sebanyak 94 kasus,” Jelasnya.
Mulkan juga menjelaskan, untuk Sosialisasi penanganan perihal kasus rabies ini tidak hanya dilakukan kepada manusia saja, tapi juga kepada hewan penular rabies, khususnya anjing..
” Dijadwalkan Kadis Pertanian Nisel akan datang langsung mengambil vaksin. Selanjutnya pekan depan kami akan mengalokasikan vaksin tersebut ke seluruh Kabupaten/Kota di Sumut,” lanjutnya.
Selain itu, Mulkan juga mengimbau, agar para pemilik HPR agar rutin melaksanakan vaksinasi. “Minimal para pemilik harus melakukan vaksinasi setahun sekali,” ujarnya.(red)











