MEDANHEADLINES, Medan – Area Manager Communication & Relation Pertamina Sumbagut, Fitri Erika mengatakan, Selama Memasuki Lebaran 2017, konsumsi BBM jenis Pertalite di Sumut mengalami peningkatan yang cukup Pesat.
Peningkatan tertinggi penggunaan Pertalite adalah pada H-1, dengan peningkatan dari angka penyaluran harian normal sebesar 2.525 kiloliter per hari menjadi 4.749 kiloliter atau naik 88 persen.
“Selama satgas tanggal 10 Juli hingga kini, penyaluran Pertalite di Sumut naik rata rata 25 persen atau menjadi 3.100 kiloliter per hari dari normal 2.500 kiloliter,” kata Erika, Kamis (29/6).
Dikatakannya, lonjakan konsumsi Pertalite di Sumut didominasi permintaan konsumen di daerah jalur mudik dan lokasi wisata seperti di Kabupaten Samosir, Kota Pematangsiantar, Kabupaten Karo, Kabupaten Padang Lawas, dan Kabupaten Tapanuli Selatan.
Sementara untuk produk Pertamax pada H-2 tanggal 23 Juni, peningkatan konsumsi sebesar 87 persen dari penyaluran harian normal 321 kiloliter menjadi 600 kiloliter di Sumut.
Kabupaten Serdang Bedagai menjadi lokasi dengan konsumsi Pertamax tertinggi, tercatat pada kenaikan rata rata 91 % dari penyaluran harian normal 7 kiloliter menjadi 13 kiloliter per hari.
“Tebing tinggi normalnya 4 kiloliter per hari menjadi 7 kiloliter atau naik 73 %,” sebutnya.
Berbeda dengan Pertalite, Erika menambahkan, untuk BBM jenis Solar selama satgas hingga kini mengalami penurunan sekitar 3 % dari 2.600 kiloliter per hari menjadi 2.500 kiloliter per hari. Kemudian Premium di Sumut mengalami penurunan konsumsi hingga 25 % dari angka penyaluran harian normal.
“Walaupun Pertamina telah melakukan penambahan pasokan Premium, tetapi respons konsumen justru turun,” ucapnya.
Diterangkan, konsumsi Premium justru turun konsumsinya jika dihitung rata-rata normalnya. Namun ada beberapa kabupaten/kota yang naik konsumsi Premium antara lain Kabupaten Batu Utara normal 27 kiloliter per hari naik 17 persen menjadi 31 kiloliter per hari, Kabupaten Madina dari normal 65 kiloliter per hari menjadi 77 kiloliter per hari.
“Kabupaten Batubara Premium normalnya 92 kiloliter per hari menjadi 117 kiloliter per hari. Sementara kabupaten/kota lainnya justru mengalami penurunan konsumsi Premium,” terangnya. (red)












