MEDANHEADLINES –Indonesia merupakan pasar rokok tertinggi ke 3 di dunia setelah China dan India.dari Data yang diperoleh oleh WHO menyebutkan, Pada tahun 2014 saja tercatat sekitar 352 miliar batang rokok dihasilkan dan dikonsumsi oleh sekitar 36,3 persen penduduk Indonesia yang dikategorikan sebagai perokok.
Meskipun Rokok jelas-jelas memiliki bahaya kesehatan,namun untuk menekan konsumsi Rokok di Indonesia masih sangat sulit karena selalu dibenturkan dengan masalah ekonomi.
Menteri Kesehatan RI Profesor Dr dr Nila Moeloek, SpM(K), mengatakan,untuk mengatasi hal ini berbagai cara telah dilakukan untuk menekan konsumsi rokok. Salah satunya adalah meminta kepada pemerintah terkait untuk setidaknya mengurangi atau bahkan menghentikan impor tembakau.
“Kami meminta ke Presiden salah satunya dengan impor tembakau untuk dikurangi bahkan di-stop. Jadi petani tembakau tetap masih mampu (produksi -red),” kata Menkes Nila dalam peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia di Balai Kartini, Jakarta Selatan beberapa waktu yang lalu
“Harapannya ini akan mengurangi juga produknya,” lanjut Nila.
Data dari Kementerian Perindustrian menyebut dalam setahun petani lokal dapat memproduksi sekitar 200 ribu ton tembakau. Jumlah tersebut masih kurang untuk memenuhi kebutuhan pabrik sehingga tembakau juga diimpor sekitar 400 ribu ton pada tahun 2015.
Angka impor tersebut diprediksi akan meningkat lebih tinggi lagi jadi 500-600 ribu ton bila Rancangan Undang-undang (RUU) Pertembakauan diloloskan.
“Kami tetap menolak (RUU Pertembakauan), pastilah. Karena sesuai dengan Tugas dan tanggung jawab kami adalah menjaga kesehatan masyarakat,” Tegas Nila. (mb)











