MEDANHEADLINES.COM, Medan – “Nothing Endures But Change” – Tidak ada yang tidak berubah, kecuali perubahan itu sendiri, ungkapan ini merupakan satu kalimat dari seorang Filsuf Kuno yang Bernama Heracletos.
Bila merujuk serta merefleksikan petikan ungkapan di atas , sangat sulit untuk mengatakan bahwa itu salah, sebab pada faktanya memang apa pun yang terjadi di dalam dunia realitas ini, pada dasarnya mengalami perubahan, baik cepat maupun lambat yang pasti perubahan itu akan menyusul dalam perjalanan kehidupan ini.
Secara sederhana mungkin dapat menguji apakah benar bahwa memang perubahan itu nyata adanya, bisa ambil contoh misalnya dari diri sendiri. Tentu diri yang sekarang adalah hasil dari perubahan , sejak bayi menuju anak anak lugu dan polos yang disenangi sekitar kita termasuk orang tua kita, menuju remaja dengan kenakalannya sampai pada posisi dewasa yang sudah sangat ingin mengenal cinta dan juga sering di ombang ambingkan oleh perasaan yang tidak pasti.
Hal lain yang mungkin bisa kita ambil contoh dalam rangka ,memastikan apakah benar perubahan itu nyata adanya. Pada Diri kita saat ini misalnya, dengan posisi yang disematkan kepada kita sebagai Mahasiswa yang katanya adalah Agen of change, Agen of Control dan Social Stok. Tidaklah ujuk- ujuk ada tetapi melalui proses yang cukup Panjang dan pastinya ada lika liku kehidupan yang dialami oleh kita masing masing.
Melihat perubahan dunia yang amat cepat, generasi muda pada umumnya termasuk saya sendiri perlu mempersiapkan masa depan dari sekarang dan harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut.
Teknologi membuat percepatan perubahan dunia dalam berbagai aspek kehidupan. tidak ada alasan untuk menunda-nunda dalam hal mempersiapkan masa depan, “The future is today, masa depan itu adalah milik mereka yang mempersiapkannya hari ini
Menghadapi perubahan dunia serta perkembangan teknologi, saya menyakini serta menyadari bahwa kita perlu untuk memiliki kemampuan atau kompetensi tertentu untuk bisa beradaptasi dan survive.
Kompetensi yang wajib dimiliki yaitu berorientasi tindakan, berprinsip, inovatif, berkomitmen, mandiri, reflektif, bekerja sama, komunikatif, dan cerdas.
Kompetensi ini harus terus dilatih setiap harinya dengan mempelajari hal yang baru dan mencari pengetahuan baru setiap harinya.
Jangan terpaku pada skill atau ilmu tertentu, yang terpenting kita harus punya kemampuan ingin mempelajari sesuatu hal yang baru. Dan berbanggalah bahwa Ketika kau bergabung nantinya di GMKI ini , kamu sekalian akan di ajak untuk berproses , dibina serta dipersiapkan menjadi pempimpin yang ahli dan bertanggung jawab, pada medan layan yaitu Gereja,Perguruan Tinggi dan Masyarakat. Tentunya itu di mulai dari unit unit terkecil yaitu komisariat dimana kalian berada saat ini.
Di zaman atau era digital ini, dimana segala sesuatu bisa dilakukan melalui media digital. Kita sebagai anggota GMKI harus memiliki digital mindset untuk mengetahui bagaimana memanfaatkan dunia digital dengan baik, serta skill digital literacy agar tidak diperbudak teknologi maupun dibohongi oleh informasi yang beredar di dunia digital.
Digital mindset dan digital literacy akan menjadi sebuah aset yang nantinya akan membuat kita bisa memanfaatkan perkembangan teknologi dengan baik untuk berdaya bersama, bukan untuk diperdaya.
Untuk itu , saya Irwan Maranata Siregar Ketua BPC GMKI Medan serta 24 komisariat yang ada di GMKI Cabang Medan menyambut kalian anggota baru GMKI cabang Medan yang lulus pada Masa perkenalan GMKI gelombang ketiga ini. jadilah manfaat bagi orang sekitar, perjuangan bukan hanya hal yang penting bagi diri sendiri saja, tapi juga harus berdampak bagi orang lain.
Jadilah bagian dari perubahan sebab, “Lihatlah Kristus Menjadikan Semuanya baru”
Penulis : Irwan Maranata Siregar,S.Pd












