MEDANHEADLINES. – Kemenkes RI meminta jamaah haji dapat menjaga kebersihan dan waspada dengan penularan virus MERS-CoV (Middle East Respiratory Syndrome coronavirus) yang seperti dilaporkan oleh Media Arab Saudi telah ditemukan sebanyak 9 kasus terkait Virus tersebut.
Seperti yang dilansir dari Arabnews, Kemeterian Kesehatan Saudi menyebutkan ada 9 kasus terkait MERS CoV., yaitu Tujuh orang di Provinsi Al Jouf (barat laut Riyadh), sisanya di Madinah dan wilayah Khamis Mushayt (barat daya Riyadh).
Menyikapi hal ini, Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) Haji Kementerian Kesehatan, Eka Jusuf Singka mengatakan, Tim kesehatan haji melalui Tim Promotif Preventif (TPP) Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang saat ini tengah berada di Arab Saudi telah memberikan penyuluhan kepada jemaah haji agar berhati-hati. Jemaah diharapkan selalu hidup bersih dan sehat.
“Selalu mencuci tangan dan jangan mendekati unta karena unta diprediksi sebagai medium penularan MERS,” kata Eka.
Selain itu, Eka mengatakan, jemaah diharapkan mengenakan masker untuk mencegah penularan virus.
Sementara itu, Kasi Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, dr Edi Supriyatna, mengaku belum mendapat informasi terbaru terkait virus MERS-CoV. Namun timnya sudah mempersiapkan segalanya.
“Kami telah memiliki TPP dan Tim Gerak Cepat (TGC) untuk pertolongan gawat darurat dan pengendalian faktor risiko dari semua penyakit yang ada di Arab Saudi. Jadi bukan hanya untuk Mers-CoV saja,” jelas Edi.
Edi menambahkan dalam materi penyuluhan, jemaah diminta tidak beraktivitas berlebihan dan tidak perlu, termasuk berkunjung ke peternakan. Lebih baik fokus ibadah.
Diketahui, Sejak Juli 2014 hingga saat ini, tercatat 1.694 kasus MERS di Saudi. Sebanyak 688 di antaranya berakhir dengan kematian. Gejala umum penyakit ini adalah batuk, sesak napas, gangguan pada hidung dan tenggorokan, serta diare.(red)











