MEDANHEADLINES.COM, Tapsel – Seratus hari kerja pertama Bupati Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Gus Irawan Pasaribu yang baru dilantik 20 februari 2025 lalu, dinilai belum membawa perubahan berarti bagi masyarakat. Meski sebelumnya sempat memaparkan program prioritas yang dinamai dengan Panca Cita saat kampanye, realisasinya hingga saat ini dianggap minim, Sabtu (24/05/2025).
Adapun tujuan utama program kerja 100 hari kepala daerah, untuk menunjukkan komitmen nyata dan menjadi gambaran terhadap arah perubahan dan kemajuan daerah yang di pimpin sesuai dengan visi misi yang disampaikan kepada masyarakat pada saat kampanye.
Ada pun visi dan misi Gus Irawam Pasaribu dan Jafar Syahbuddin Ritong yang di sampaikan pada saat kampanye yaitu Tapsel Kembali Bangkit dengan Panca Cita.
Visinya yaitu Tapsel yang maju dan berkarakter unggul, sehat, cerdas dan sejahtera menyongsong indonesia emas 2045. Sedangkan misinya yaitu 1. Perbaikan dan pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, irigasi, sarana air bersih listrik desa dan jaringan telekomunikasi. 2. Peningkatan pendapatan masyarakat. 3. Peningkatan kualitas sumber daya manusia yang unggul sehat dan cerdas. 4. Reformasi birokrasi dan layanan publik. 5. Perbaikan prasarana dan sarana lingkungan permukiman yang asri dan berkelanjutan
Kendati demikian, visi misi Gus Irawan dan Jafar Syahbuddin tersebut apakah hanya sebatas catatan pelengkap kampanye di masa pilkada saja atau sebuah tujuan untuk membangunan kabupaten tapanuli selatan kedepannya.
Sejumlah warga menyuarakan kekecewaan mereka karena berbagai persoalan mendasar seperti jalan rusak, pelayanan publik yang kurang baik, permasalahan agraria serta masalah pengangguran belum mendapatkan perhatian serius.
“Janjinya waktu kampanye luar biasa, tapi setelah 100 hari menjabat, masyarakat belum lihat perubahan. Jalan di beberapa desa yang rusak masih belum ada tanda-tanda akan di perbaiki, dan janjinya belum terlihat oleh masyarakat,” ungkap yang disapa Ronggur.
“Momen 100 hari kerja memang tidak bisa menyelesaikan semua permasalahan tetapi harusnya sudah menjadi cerminan terhadap pemerintahan yang baru” lanjutnya
“Terkait tingkat penggangguran di Tapsel ini mungkin semakin menigkat setelah banyaknya tenaga honorer yang di PHK oleh Pemkab Tapsel, yang tidak ada solusi sampe saat ini” Ucap Ronggur.
Warga berharap Bupati dan jajaran segera turun ke lapangan, mendengar langsung aspirasi, dan menindaklanjuti permasalahan dengan langkah nyata, bukan hanya pernyataan, Pungkasnya. (*)












