Wartawan Media Cetak di Medan Diintimidasi dan Diancam Orang yang Mengaku Adik Tersangka NW

Ilustrasi demontrasi yang menyerukan stop kekerasan terhadap wartawan. (Foto: Antara)

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Seorang pria bernama Martens melakukan tindakan intimidasi dan pengancaman kepada wartawan harian Metro 24, Ahmad Akbar. Pria tersebut mengaku sebagai adik dari tersangka penipuan dan penggelapan modus bisa loloskan seseorang masuk Akpol, Nina Wati alias NW, yang sudah mendekam di sel tahanan Polda Sumut.

Menurut Ahmad Akbar, intimidasi dan pengancaman yang dilakukan Martens terjadi melalui percakapan di aplikasi WhatsApp. Martens juga mengaku sebagai anggota Pemuda Batak Bersatu (PBB).

Dalam percakapan, Martens mengatakan bahwa tersangka NW sudah melaporkan Polda Sumut ke Mabes Polri. Mendengar itu, Ahmad mencoba membalas dengan balasan yang normatif.

“Namun entah apa yang membuat dia (Martens) gerah. Dia tiba-tiba menelpon saya melalui aplikasi Whatsapp,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (23/3/2024).

Martens kemudian mengintimidasi dan mengancam Akbar. Ia bahkan menyebut akan mengejar Akbar ke kediamannya.

“Kau jangan macam betul kali, kau tinggal di Patumbak kan,” ucap Akbar menirukan ancaman Martens.

Mendengar itu Akbar tidak mau menanggapi. Dia mengatakan bahwa di mana ia tinggal bukan urusan Martens. Akan tetapi, Martens semakin emosi dan kembali mengatakan dia akan benar-benar mengejar Akbar.

“Di rumah kau, kukejar kau sekarang, Anji…,” ujar Akbar kembali mengulang perkataan Martens.

Akibat perlakuan itu Akbar mengaku merasa terancam. Dia pun akan melengkapi bukti-bukti terkait dugaan intimidasi dan pengancaman yang dialaminya. (Red/Ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.