MEDANHEADLINES.COM, Tapteng – Mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Bakhtiar Ahmad Sibarani merasa berang usai mengetahui ada oknum yang mencatut namanya pada penerimaan CPNS di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Tapteng.
“Ada oknum yang mengatasnamakan saya. Dia menyebut saya bisa memasukkan PNS dan P3K di lingkungan Pemkab Tapteng,” kata Bakhtiar dalam laman Facebook pribadinya.
Bakhtiar mengatakan, perilaku oknum yang mencatut namanya untuk meraup keuntungan pribadi itu adalah sikap dari seorang pengecut. Dalam aksinya, pelaku yang tidak bertanggungjawab itu ada meminta sejumlah uang kepada para korban.
“Saya mengimbau seluruh masyarakat agar tidak mudah percaya oleh bujuk rayu oknum tidak bertanggungjawab, yang bertindak menghalalkan segala cara untuk mencari keuntungan pribadi dengan janji-janji dapat meloloskan seseorang menjadi PNS atau P3K di lingkungan Pemkab Tapteng,” ujar Bakhtiar.
Bakhtiar menjelaskan, sejak dilantik menjadi Bupati Tapteng pada 2017, dia mengaku tidak pernah menerima sejumlah uang dari orang yang akan masuk CPNS. Sebab, penerimaan PNS dilakukan melalui mekanisme Computer Assisted Test (CAT) yang berlaku di seluruh Indonesia.
Seseorang yang akan melamar PNS wajib mengikuti proses dan mekanisme yang berlaku. Mulai dari seleksi dan ujian yang sangat ketat. Dan semua itu dilakukan secara online, transparan dan terbuka.
“Hasilnya juga dapat diketahui secara langsung sehingga tertutup celah bagi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan kecurangan. Baik dalam bentuk meloloskan yang tidak lolos atau tidak meloloskan yang lolos,” katanya.
Di akun Facebooknya, Bakhtiar juga membeberkan perilaku oknum yang mencatut namanya. Pelaku diduga tidak hanya meminta sejumlah uang. Namun, dia meminta satu pickup petai dan rambutan. Dan semua tindakan itu dilakukan pelaku dengan mencatut namanya.
“Sejak 22 Mei 2022, saya sudah tidak menjabat sebagai Bupati Tapteng. Secara hukum, saya sudah tidak memiliki kewenangan apa pun terkait dengan rekrutmen PNS dan atau P3K,” katanya.
“Saat menjabat sebagai bupati pun saya tidak pernah melakukan perbuatan serendah dan sekeji itu,” ungkapnya.
Menyikapi tindakan pelaku, Bakhtiar meminta kepada masyarakat yang menjadi korban untuk membuat pengaduan ke penegak hukum atau kepolisian.
“Harapan saya, pihak kepolisian dapat mengungkap motif sesungguhnya dari pelaku. Saya juga meminta polisi untuk mengungkap siapa aktor intelektual yang dengan sengaja mencatut nama saya dalam menjalankan operasi kejahatan ini. Apabila polisi ada menemukan dugaan motif politik dalam kasus ini, maka saya akan mengambil langkah hukum. Saya akan menuntut pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku,” katanya.
Selain itu, Bakhtiar mengimbau dan meminta kepada oknum yang melakukan penipuan untuk segera menghentikan perbuatannya. Sebab, tindakannya ini sudah melanggar hukum. Dia juga mengimbau masyarakat Tapteng agar selalu waspada dan tidak mudah percaya terhadap janji-janji dari orang yang tidak bertanggung jawab.
“Cukuplah peristiwa beberapa tahun lalu menjadi pelajaran bagi kita semua. Akibat keteledoran dan ambisi berlebihan untuk menjadi PNS, ratusan orang menjadi korban penipuan,” katanya.
“Dan saya berharap ini adalah murni tindak pidana penipuan, dan tidak ada motif politik di balik kejahatan ini,” pungkasnya. (HEN)












